Di Aceh Besar ada cerutu, simak cerita lengkapnya

Foto Aentenews by Ampelsa
Aceh Besar (Aentenews) – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kebupaten Aceh Besar terus meningkatkan usaha rokok cerutu yang diproduksi secara tradisional dan menggunakan jenis tembakau Aceh atau tembakau sireng.
Pelaku UMKM Cerutu Bakong Aceh, Nazarul di Kabupaten Aceh Besar, Selasa (3/2/2026), menyatakan usaha rokok cerutu yang sudah rintisnya sejak tahun 2022 itu prospeknya ke depan berpeluang cukup cerah karena didukung dengan lahan tembakau yang luas dan selain sudah dikenal sejak dulu sentra tembakau.
“Saya optimis, UMKM rokok cerutu akan berkembang dan prospeknya ke depan menjanjikan, katanya Nazarul yang akrap disapa Pak Aie dari kalangan penikmat ceruru di daerah tersebut.
Dikakannya, UMKM Cerutu Bakong Aceh merupakan pertama hadir di Aceh Besar dan selain usaha rokok kretek tradisional yang lebih awal berkembang di daerah itu,
Membutuhkan persiapan yang matang, baik dari segi kualitas dan ketersediaan bahan baku daun tembakau pilihan.
UMKM Cerutu Bakong Aceh ditarget pada tahun 2027 sudah launcing. Segala proses admintrasi sudah dimiliki seperti izin usaha, sedangkan izin edar produk dalam tahap persiapan.
Ia mengatakan, usaha rokok cerutu juga mendapat binaan dari pihak Bea Cukai Aceh sebagai mitra dalam peningkatan usaha dana pengembangan produksi.
Terkait dukungan lahan tembakau, Nazarul mengatakan sudah memiliki lahan seluas 40 hektare atas kerjasama dengan kelompok petani tembakau di Aceh Besar.
Di Aceh memang banyak tembakau dan ada pada beberapa jenis. Tapi, tembakau yang kita gunakan untuk cerutu merupakan tembakau asli Aceh Besar yang dikenal sejak dulu dengan sebutu tembakau Sireng atau Serong.
Jenis tembakau Sireng dikembangkan di lahan subur sepanjang kawasan daerah aliran sungai. Tanaman tembakau ini menggunakan pupuk organik, tidak menggunakan peptisida untuk membasmi hama dan menggunakan humus tanah bekas lumpur lahan banjir sungai
“Karena kita harapkan humus-humus dari banjir itu mengendap di lahan yang akan kita tanam tembakau, tembakau ini cocoknya memang tumbuh khusus di daerah bantaran sungai Kurung Aceh, mulai dari jembatan Indra Puri sampai jembatan Anak Galung, kabupaten Aceh Besar.
Untuk persiapan menuju launching tahun 2027, pihaknya telah mempersiapkan stok tembakau agar produksi berkelanjutan. Sejak tahun 2023, stok daun tembakau mencapai sat ton,Tahun 2024 sebanyak 1,5 ton dan tahun 2025 sebanyak 800 kilogram.
Aentenews by Ampelsa.




