Banda AcehPolitik

DPRK Banda Aceh dorong pengguatan peran gampong berantas narkoba

Banda Aceh (Aentenews) –  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah St, menyatakan pihaknya mendorong penguatan peran gampong (desa) sebagai  upaya bersama pemberantasan narkoba, karena penggunaan barang haram tersebut  telah menimbulkan berbagai kejahatan lain ditengah-tengah masyarakat.

“Penggunaan narkoba telah memberi dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari rusaknya keutuhan rumah tangga hingga meningkatnya kriminalitas, ” tegas Irwansyah di Banda Aceh, Ahad.

Menurut dia, kolaborasi bersama  elemen  masyarakat bersama dengan aparat penegak hukum menjadi lebih efektif dalam memberantas tindak pidana , khususnya terkait dengan  kejahatan narkoba.

Hal tersebut juga disampaikan Irwansyah saat Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Banda Aceh pada 27 Juli 2026.

Ia menegaskan, seluruh pihak harus terlibat dalam persoalan ini karena sudah mengancam kehidupan bermasyarakat. Penguatan peran pemerintah gampong dalam upaya memberantas peredaran narkoba juga dinilai penting.

“Dampak penyalahgunaan narkoba sangat besar, mulai dari rusaknya keutuhan rumah tangga hingga meningkatnya angka kriminalitas di Banda Aceh ini,” ujar politisi muda  tersebut.

Ia mengungkapkan, modus peredaran narkoba kerap dimulai dengan pemberian secara gratis untuk memancing rasa candu. Setelah pengguna mengalami kecanduan, mereka terpaksa membeli dan akhirnya mencari uang dengan berbagai cara.

“Akhirnya, para pengguna akan berupaya mencari uang untuk membeli barang tersebut. Apa pun akan dilakukan, termasuk melakukan tindak criminal,” ujar Irwansyah.

Ia sangat menyayangkan karena kebanyakan pelaku yang selama ini terungkap berasal dari kalangan anak muda, yang seharusnya sedang membangun masa depan yang cerah.

“Fenomena kriminalitas yang mulai marak di Kota Banda Aceh saat ini bisa jadi dipicu oleh pengguna narkoba. Rata-rata kita melihat pelakunya masih berusia muda,” sebut Irwansyah.

Ia juga menyoroti sejumlah aksi kriminalitas pencurian yang terjadi di Banda Aceh. Barang-barang yang disasar pun membuat miris, mulai dari celengan milik masjid, meteran PDAM, hingga mesin pompa air.

Di balik aksi kriminalitas itu, Irwansyah menilai merupakan dorongan dari faktor narkoba dan judi online. Ia juga menyoroti kecanduan anak muda terhadap judi online yang kian marak.

Menurutnya, dalam menghadapi persoalan tersebut, peran keluarga sangat penting. Sebab, keluarga merupakan benteng yang kuat dalam membentuk perilaku dan karakter anak-anak.

Ia menilai komunikasi yang kuat dalam mendidik anak harus terus dijaga. “Begitu juga peran gampong harus sangatbaktif. Ketika ada kumpul-kumpul anak muda sampai larut malam, ini perlu diawasi,” ujarnya.

Mengutip data Badan Narkotika Nasional (BNN), Irwansyah menyebut pada tahun 2025 terdapat 116 kasus peredaran narkoba di Banda Aceh.

“Itu hanyalah angka peredaran, lalu berapa jumlah penggunanya? Makanya masyarakat harus ada gerakan bersama untuk melawan ini agar generasi muda kita selamat,” ujarnya.

“Narkoba ini musuh kita bersama yang harus kita berantas sampai ke akar-akarnya,” tutup Irwansyah.//Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button