Halaqoh pendidikan tinggi NU gagas forum silaturahmi alumni PCI NU internasional

Banda Aceh (Aentenews) – Forum Silaturahmi Alumni Pengurus Cabang Istimewa Nadhlatul Ulama (PCI NU) Internasional secara pararel dengan Muktamar ke-35 NU yang direncanakan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 terjadwal menggelar Halaqoh Pendidikan Tinggi NU.
“Dalam kegiatan nanti, tema yang diusung adalah ‘Halaqoh Pendidikan Tinggi NU: Peran Alumni & PCINU Internasional Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi & Pengembangan Ekosistem Industri Halal di Indonesia’,” kata Ketua Panitia Halaqoh, KH Abdul Latif Malik, Lc, M.Pd (Gus Latif) dalam taklimat media yang diterima Aentenews di Banda Aceh, Provinsi Aceh Ahad (16/8/2026).
Gus Latif, yang juga Katib Syuriah PBNU, menjelaskan bahwa sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir dan berbicara pada halaqoh itu, mulai dari Menteri, rektor perguruan tinggi negeri (PTN), PTS, PTNU, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Komisi X DPR, Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU (PP ISNU), komisaris utama Bank Syariah Nasional (BSN) dan lainnya.
Ia merinci narasumber dimaksud yakni Menteri Haji dan Umrah, Dr KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, M.Si, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Prof Dr Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, Kepala BPJH Dr Ir H Haikal Hassan Baras, ST, MT, Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Ir Heri Hermansyah, ST, M.Eng, IPU, Ketua Komisi X DPR, Dr Ir Hetifah Syaifudian, MPP.
Kemudian, dari mancanegara ada Penasihat Menteri Wakaf Suriah, Prof Dr As Syaikh Mu’taz As Subayni Ad Dimasqi.
Narasumber lainnya adalah Ketua PP ISNU: Prof Dr Phil, H Kamaruddin Amin, MA, Komisaris Utama BSN: Prof Dr Bahrullah Akbar, MBA, dan Anggota VI BPK: Drs H Fathan Subchi, MAP, CHSA, ChFA.
Ia menambahkan bahwa saat ini PCI NU telah tersebar di sebanyak kurang lebih 33 negara di berbagai belahan dunia.
“Sebagian besar adalah yang memiliki suara di dalam muktamar nanti,” kata Gus Latif, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang itu.
Ditegaskannya bahwa pertemuan sekaligus halaqoh dimaksud memiliki tugas strategis, karena selain menghadirkan narasumber penting, juga membahas bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di lingkup perguruan tinggi NU ke depan, termasuk di dalamnya terkait jaminan dan kualitas makanan halal di dunia.
“Sehingga pertemuan dan halaqoh ini, bukan hanya sekedar untuk kangen-kangenan saat studi di luar negeri dulu, namun juga merupakan salahsatu sumbangsih aktivis NU yang masih aktif di mancanegara dan alumni-alumni PCI NU luar negeri untuk memberikan masukan dan solusi tentang kualitas pendidikan NU di masa mendatang,” katanya.
Sebagai bagian dari kegiatan ini juga akan dilaksanakan Perjanjian Kerjasama (PKS) pengembangan kualitas Pendidikan Tinggi NU antara Konsorsium Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dengan UI yang diwakili Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Yulianti Abbas,PhD, Dekan Fakultas Psikologi Dicky Pelupessy, PhD serta Dekan Fakultas MIPA Prof. Dr Tito Latif Indra, demikian KH Abdul Latif Malik. Aentenews by Andi J.




