
Banda Aceh (Aentenews) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Inflasi Aceh pada bulan ini sebesar 6,94 persen atau meningkat dibanding sebelumnya 6,69 persen, karena itu Wagub Aceh Fadhulullah meminta agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah Aceh memperkuat sinergi dalam upaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Bumi Serambi Mekah ini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh saat memimpin rapat koordinasi penanganan inflasi, peringatan malam Nuzulul Qur’an dan Festival Ramadhan 1447 H, di ruang potensi daerah Setda Aceh, Rabu (4/3).
“TPID harus terus memperkuat sinergi karena berdasarkan data BPS, inflasi Aceh berada di angka 6,94 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya di angka 6,69 persen. Hal ini tentu harus segera kita respon dengan terus memperkuat upaya stabilisasi,” ujar Fadhlullah.
“TPID harus melakukan upaya pengendalian harga, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dan melaksanakan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” sambung pria yang akrab disapa Dek Fadh itu.
Sementara itu, dalam hal penanganan bencana, Wagub menginstruksikan Sekda Aceh untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang skema pemberian bantuan, khususnya terkait dengan hunian sementara, hunian tetap serta skema pendanaan lainnya.
“Seluruh elemen, termasuk masyarakat terdampak harus mendukung upaya percepatan dan pemulihan pasca bencana. Karena itu, penting bagi kita menyosialisasikan berbagai program pemulihan kepada masyarakat agar tidak terjadi miss komunikasi, ” ujarnya.
Untuk itu, Sekda harus mengaktifkan kembali posko, karena ini akan menjadi jembatan informasi, baik dari masyarakat ke Pemerintah Pusat demikian pula sebaliknya, kata Dek Fadh.
Wagub mengingatkan dinas terkait segera melakukan upaya dan langkah konkrit agar bisa segera diambil langkap cepat terkait pemulihan bencana. Pemerintah Aceh akan menggandeng BPKP dan Kejaksaan untuk memperkuat APIP.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir yang turut mendampingi Wagub menjelaskan, dana Transfer Ke Daerah sudah dikirim oleh Pemerintah Pusat dan akan segera disalurkan.
“Rp824 miliar dana TKD akan segera disalurkan, sebahagian untuk penanganan bencana, terutama pemulihan dini di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Tengah. Sesuai instruksi Pak Gubernur, dana TKD juga harus digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan,” kata Nasir.
“Saat ini, Huntara sudah dibangun lebih dari 60 persen. Karena itu, target kita Huntara 100 persen selesai sebelum lebaran Insya Allah akan tercapai,” sambung Sekda.//Redaksi.



