
Foto Dok pemkab Gayo Lues.
Gayo Lues ( Aentenews ) – Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo meresmikan dan sekaligus pengoperasian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Kendawi, Kabupaten Gayo Lues Kamis (13/08/2026).
Peresmian jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 1,2 meter dengan kapasitas beban sekitar 500 hingga 700 kilogram dan fasilitas sumber air bersih di Gayo Lues berlangsung saat mengikuti Vidcon Launching 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto
“Jembatan tersebut sangat bermanfaat untuk digunakan bagi masyarakat dalam aktivitas ekonomi dan juga bagi anak-anak sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar,” Ujar Pangdam Iskandar Muda Aceh, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo di Gayo Lues..
TNI telah menyelesaikan 251 unit jembatan di Aceh dan 90 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. Total jembatan yang tengah digarap oleh TNI di Aceh terdapat 341 unit.
Pangdam berharap, pada akhir Agustus 2026, pembangunan jembatan di wilayah Aceh dapat diselesaikan. Pembangunan jembatan juga disesuaikan dengan kondisi medan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.
“Adapun jenis jembatan ini berbentuk jembatan perintis atau gantung, ada juga jembatan Bailey, jembatan aramco dan jembatan beton. Sehingga disesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan di masing-masing tempat,” Ujarnya.
Program tersebut pada dasarnya diarahkan untuk menyediakan akses darurat maupun sementara bagi masyarakat di wilayah yang membutuhkan penghubung antarkawasan.
Wakil Bupati Gayo Lues, Maliki menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues pascabencana alam banjir.
Menurutnya, dengan dukungan TNI dan Polri tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan akses masyarakat.
“Kita selaku pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gayo Lues ini sangat terbantu, terutama anak-anak sekolah dengan adanya jembatan ini,” katanya.
Sementara, Dandim 0113 Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra mengatakan, pembangunan jembatan perintis Garuda merupakan upaya dari pemerintah melalui TNI untuk layanan masyarakat
Untuk kendaraan roda empat menurut Dandim, menggunakan jembatan-jembatan yang lebih kokoh atau jembatan utama seperti beton atau rangka baja. Tentunya, hal tersebut akan ditangani Pemerintah Daerah atau Dinas PUPR Provinsi sesuai dengan kewenangannya masing-masing.
Dandim menegaskan, program jembatan perintis dan air bersih bukan hanya diperuntukkan bagi daerah terdampak bencana, namun merata menyasar daerah terpencil di Indonesia.
“Jadi program ini adalah program dari pemerintah untuk memeratakan pembangunan, khususnya di daerah-daerah yang terpencil dan terisolir,” Katanya.
Aentenews by Ampelsa.




