Peneliti Brunei Kunjungi Zawiyah Tanoh Abee, Telusuri Manuskrip Sirah Nabi di Dunia Melayu

Aceh Besar (Aentenews) – Tim peneliti kajian Sirah Nabawiyah dalam manuskrip Jawi dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam mengunjungi Zawiyah Tanoh Abee untuk melihat langsung manuskrip yang tersimpan di Aceh Besar, Jumat (5/3/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari penelitian lintas kawasan Asia Tenggara mengenai tradisi penulisan dan penyebaran kisah Nabi Muhammad dalam manuskrip Melayu-Jawi.
Rombongan peneliti UNISSA dipimpin oleh Dr. Anis Malik Thoha dan Dr. Cecep Soleh Kurniawan, yang merupakan penyelidik di Pusat Penelitian Mazhab Syafi’i UNISSA Brunei Darussalam.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Dr. Muhajir Al-Fairusy, antropolog Aceh, serta Dr. Iqbal Mochtar, putra Tanoh Abee yang kini mengabdi sebagai dosen di Universitas Syiah Kuala.
Kedatangan tim peneliti diterima langsung oleh T. Abulis Samarkhan, cucu dari Teungku Chik Tanoh Abee, yang saat ini menjadi salah satu tokoh penting dalam pelestarian manuskrip kuno di Zawiyah Tanoh Abee. Kabupaten Aceh Besar.
Zawiyah Tanoh Abee selama ini dikenal luas sebagai salah satu pusat peradaban Islam di Aceh yang menyimpan ribuan manuskrip kuno, terutama yang berkaitan dengan tradisi keilmuan Islam dan perkembangan Mazhab Syafi’i di kawasan Melayu.
Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti UNISSA ingin melihat secara langsung khazanah manuskrip yang tersimpan di Zawiyah Tanoh Abee sekaligus mendapatkan informasi dan penjelasan mengenai bagaimana manuskrip-manuskrip tersebut berperan dalam mengembangkan tradisi cerita dan pengajaran tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad di tengah masyarakat Aceh.
Menurut Dr. Anis Malik Thoha, manuskrip memiliki peran penting dalam merawat dan mentransmisikan pengetahuan sejarah Islam di dunia Melayu.
Ia menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan oleh tim UNISSA mencakup sejumlah negara di Asia Tenggara yang memiliki tradisi manuskrip Islam yang kuat.
“Kami telah mengunjungi beberapa negara di Asia Tenggara untuk melihat secara langsung perkembangan Islam dan tradisi manuskripnya. Kunjungan ke Zawiyah Tanoh Abee ini menjadi penutup yang sangat penting karena Aceh telah lama dikenal oleh para peneliti sebagai salah satu pusat manuskrip Islam di kawasan ini,” jelasnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama akademik yang lebih luas dalam bidang penelitian manuskrip Islam, sekaligus memperkuat upaya pelestarian khazanah intelektual dunia Melayu yang tersimpan di Aceh.
Aentenews by Ampelsa.




