AcehEkonomi

Pengamat: Gas Blok Andaman ujian solidaritas politik Aceh

Banda Aceh (Aentenews) – Pengamat politik dan kebijakan publik, Usman Lamreung, berpendapat potensi besar cadangan gas di Blok Andaman harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi Aceh, bukan saja menjadi sumber pasokan energi nasional.

Untuk itu, katanya di Banda Aceh, Selasa, diperlukan kesamaan pandangan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat terkait tata kelola, pemanfaatan, serta arah hilirisasi gas agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Aceh.

Usman Lamreung mengatakan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan penyelesaian, baik dari aspek hukum maupun politik. Belum adanya titik temu yang komprehensif mengenai pemanfaatan gas Blok Andaman menjadi tantangan yang perlu disikapi secara bersama oleh seluruh elemen masyarakat Aceh.

“Gas Andaman merupakan sumber daya alam strategis di wilayah Aceh. Karena itu, masyarakat berharap pengelolaannya mampu menghadirkan manfaat nyata bagi daerah, baik melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, maupun penguatan industri di Aceh,” kata Usman.

Ia menilai perjuangan memperkuat posisi Aceh dalam pengelolaan gas Blok Andaman tidak dapat dibebankan hanya kepada Pemerintah Aceh. Namun dukungan politik dan moral dari seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperkuat posisi tawar daerah dalam berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

Menurut dia, DPR RI dan DPD RI asal Aceh, DPRA, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, ulama, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga tokoh politik lintas partai perlu membangun kesamaan sikap dalam memperjuangkan kepentingan Aceh. Bahkan, bila diperlukan, seluruh elemen tersebut dapat bersama-sama menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Usman menegaskan, fokus perjuangan Aceh bukan semata pada besaran penerimaan dari sektor migas. Yang lebih penting adalah memastikan Gas Andaman menjadi fondasi pembangunan industri hilir sehingga mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, menarik investasi, dan memperkuat struktur ekonomi daerah.

Ia menilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat hilirisasi gas nasional. Namun, setelah lebih dari 15 tahun ditetapkan, kawasan tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.

Jika pasokan Gas Andaman diprioritaskan untuk mendukung KEK Arun, maka kawasan itu menurutnya berpeluang berkembang menjadi pusat industri petrokimia dan pupuk nasional, karena operasional PT Pupuk Iskandar Muda dapat diperkuat, investasi baru akan tumbuh, dan lapangan kerja bagi masyarakat Aceh semakin terbuka,

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Pusat menjadikan pengembangan KEK Arun sebagai bagian dari Program Strategis Nasional yang terintegrasi dengan pemanfaatan gas Andaman.

Menurutnya, keberadaan cadangan gas tersebut diharapkan menjadi pendorong lahirnya industri berbasis energi di Aceh, bukan hanya memasok kebutuhan wilayah lain tanpa menciptakan nilai tambah di daerah penghasil.//Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button