Petani Kluet Utara menjerit sawah menggering, ternyata ini sebabnya

Tapaktuan (Aentenews) – Ribuan petani di Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan mengeluh karena areal sawah menggering akibat saluran irigasi tidak berfungsi baik disebabkan sedimentasi pada pintu intake.
Dari Tapaktuan, Jumat, Ketua Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) DPRK Aceh Selatan, Arjuna, menyoroti kondisi irigasi free intake Gunung Pudung Kluet Utara yang dinilai mengalami penurunan fungsi akibat sedimentasi pada pintu intake sehingga menghambat distribusi air ke areal persawahan masyarakat.
Ia mengatakan sedimentasi yang menumpuk menyebabkan aliran air menuju saluran irigasi di sisi kiri dan kanan tidak lagi berjalan maksimal.
“Akibat sedimentasi yang menumpuk pada pintu air, aliran air tidak lagi mampu mengairi persawahan masyarakat secara maksimal. Kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih selama satu tahun terakhir,” kata Arjuna di Aceh Selatan, Jumat (29/5)
Menurut dia, irigasi Gunung Pudung yang dibangun sekitar tahun 1993 selama ini menjadi salah satu sumber utama pengairan lahan pertanian masyarakat di kawasan Kluet Raya.
Namun, kata dia, perhatian terhadap pemeliharaan dan normalisasi irigasi yang berada di bawah kewenangan Dinas Pengairan Provinsi Aceh tersebut dinilai masih minim sehingga persoalan distribusi air terus berulang.
“Ironisnya, perhatian serius terhadap irigasi ini hanya pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati Aceh Selatan Husen melalui program normalisasi. Setelah itu penanganannya terkesan tidak maksimal,” ujarnya.
Arjuna menyebut kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat karena sebagian petani telah melakukan pengolahan lahan dan menyiapkan benih untuk musim tanam.
“Petani sudah mengeluarkan biaya untuk pengolahan lahan dan penyediaan benih. Namun karena air tidak mengalir, sawah menjadi kering kerontang dan penanaman terancam gagal dilakukan,” kata Arjuna.

Ia mengatakan normalisasi yang pernah dilakukan sebelumnya belum mampu menyelesaikan persoalan sedimentasi pada intake Gunung Pudung secara menyeluruh.
Selain telah berkomunikasi dengan Kepala UPTD Pengelolaan Irigasi Wilayah V Dinas Pengairan Provinsi Aceh Bambang Yusri terkait kondisi tersebut, usulan penanganan irigasi Gunung Pudung juga disebut telah diajukan melalui APBA Murni 2026.
“Saya berharap normalisasi irigasi Gunung Pudung dapat segera diakomodir pada APBA Perubahan sehingga persoalan ini tidak terus berlarut dan petani tidak kembali mengalami kerugian akibat gagal tanam,” ujarnya.
Arjuna menambahkan kondisi kekeringan pada areal persawahan di Kluet Raya dikhawatirkan dapat mempengaruhi realisasi program BASAGA yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
Menurut dia, program yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai agar target produksi pertanian dapat berjalan optimal.
“Jangan sampai program pertanian yang sudah dicanangkan pemerintah daerah justru terkendala karena lemahnya perhatian terhadap infrastruktur dasar pertanian seperti irigasi,” tegasnya.
Masyarakat petani di kawasan Kluet Raya berharap Pemerintah Aceh melalui Dinas Pengairan Provinsi Aceh dapat segera melakukan normalisasi menyeluruh terhadap irigasi Gunung Pudung agar distribusi air kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan optimal.//Aentenews by Ade Dirgantara.




