Simak, solusi berbelanja ditengah fluktuasi harga pangan
Banda Aceh (Aentenews) – Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menyelenggarakan “Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi” yang diharapkan menjadi solusi bagi ibu rumah tangga ditengah fluktuasi harga, dengan berbelanja bijak, memasak kreatif, dan memanfaatkan bahan lokal secara cerdas.
Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI Aceh, Lenny Novita, di Banda Aceh, Jumat, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi efektif dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Melalui Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi, kami ingin menyampaikan pesan bahwa menghadapi fluktuasi harga pangan, ibu-ibu dapat menjadi bagian dari solusi—dengan berbelanja bijak, memasak kreatif, dan memanfaatkan bahan lokal secara cerdas,” ujar Lenny.
Ia menjelaskan pengendalian inflasi pangan merupakan tanggung jawab bersama, karena bahan pangan seperti cabai, bawang merah, dan tomat merupakan komoditas bergejolak (volatile foods) yang sering menjadi penyumbang inflasi di Aceh, sehingga perilaku konsumsi dan belanja bijak menjadi penting.
Lenny menambahkan, “Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa cabai tidak hanya harus digunakan dalam bentuk segar, tetapi juga bisa diolah menjadi cabai kering, bubuk, atau pasta, yang hemat, awet, serta tetap sehat dan lezat. Cara ini dapat menekan permintaan terhadap cabai segar ketika harga naik, sehingga turut menstabilkan harga di pasar.”
4 Langkah Belanja Bijak yang dikampanyekan BI yakni:
- Bijak Membeli – belilah sesuai kebutuhan, tidak berlebihan;
- Bijak Memilih – utamakan pangan lokal dan bumbu olahan yang awet dan hemat;
- Bijak Konsumsi – hentikan perilaku boros pangan, jangan sampai ada makanan terbuang;
- Bijak Bertransaksi – Cinta, Bangga, Paham Rupiah, biasakan transaksi non-tunai menggunakan QRIS, yang lebih Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (Cemumuah).
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Dessy Maulidha Azwar, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang mengedukasi masyarakat, khususnya kaum ibu, melalui kegiatan yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa dapur bukan sekadar tempat memasak, tetapi juga benteng pertama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Dessy.
Menurutnya, gerakan “Dapur Cerdas Inflasi” sejalan dengan 10 Program Pokok PKK, khususnya dalam bidang pangan, kesehatan, dan ekonomi keluarga. Ia mengajak para ibu untuk memulai langkah kecil seperti menanam cabai di pekarangan rumah, membuat stok cabai kering atau bubuk saat harga turun, serta belanja secukupnya dan mendukung produk lokal.
Melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif seperti Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi, BI Aceh bersama TPID dan mitra strategis, terus berupaya membangun kesadaran warga bahwa pengendalian inflasi tidak hanya menjadi peran pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk para ibu rumah tangga yang bijak dan kreatif di dapur, turut berkontribusi menjaga kestabilan harga dan ketahanan pangan.
Pewarta Banda Aceh: Alfonso



