SMAN I Pining Gayo Lues butuh penanganan khusus pascabencana

Foto Dok tim tanggap darurat bencana
Banda Aceh (Aentenews) – Pemerintah mengakui masih terdapat sekolah yang membutuhkan penanganan khusus pascabencana hidrometeorologi melanda Aceh, dan salah satunya adalah SMAN 1 Pining yang mengalami dampak terberat akibat banjir dan longsor.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Basri, S.Pd, kemarin, menyebutkan sekolah tersebut sempat tertimbun lumpur dan material pasir, serta akses dari gampong (desa) ke lokasi sekolah terputus.
“Untuk SMAN 1 Pining, proses belajar mengajar dilaksanakan dalam kondisi khusus karena dampak bencana cukup berat. Namun, pemerintah terus berupaya agar layanan pendidikan tetap berlangsung,” tambah Basri.
Menurutnya, dari total 21 sekolah SMA, SMK, dan SLB di Gayo Lues, sebanyak 210 siswa terdampak langsung bencana. Sebagian di antaranya kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah berat, sehingga membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah, sepatu, buku, dan perlengkapan belajar lainnya.
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan pendidikan, “agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran,” tutup Basri.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Aceh untuk memanfaatkan persetujuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait fleksibilitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 bagi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
“Kebutuhan pendukung pembelajaran di sekolah kami dorong untuk dipenuhi dengan memaksimalkan penggunaan dana BOSP, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan optimal di tengah keterbatasan infrastruktur,” ujar Murthalamuddin.//Redaksi.




