Banda Aceh (Aentenews) – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau sapaan akrab Mualem, menyampaikan terimakasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas peresmian Bendungan Keureuto Aceh Utara, dan Bendungan Rukoh Pidie.
“Berfungsinya dua bendungan itu, sangat bermanfaat bagi Aceh,” kata Mualem di Banda Aceh, akhir pekan ini.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh bersamaan dengan tiga bendungan lainnya di Indonesia pada 10 Juli 2026.
Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan diikuti melalui zoom oleh Pemerintah Aceh.
Empat lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Mewakili gubernur, Sekda Aceh, M Nasir Syamaun, bersama unsur Forkopimda Aceh, mengikuti rangkaian peresmian tersebut secara virtual di lokasi Bendungan Rukoh, Pidie.
“Pemerintah Aceh mengapresiasi Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum atas penyelesaian dua bendungan di Aceh,” kata Sekda Nasir yang didampingi Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin Ferdiansyah.
Bendungan Keureuto dibangun sejak tahun 2015 dengan nilai kontrak Rp2,961 triliun, dan Bendungan Rukoh dibangun sejak 2018 dengan nilai kontrak Rp1,7 triliun.
Sekda Nasir menyampaikan bahwa penyelesaian Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh sebagai Proyek Strategis Nasional menjadi pondasi penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan energi, dan pengendalian air di Aceh.
Secara detail, Sekda Nasir menjelaskan kemanfaatan dua bendungan tersebut. Dua bendungan itu mampu melayani 26.889 hektare irigasi dan Bendungan Keureuto di Aceh Utara memiliki kapasitas menampung 215 juta meter kubik air.
Manfaatnya, bendungan itu dapat melayani 14.695 hektare irigasi, penyediaan air baku 650 liter per detik, pengendalian banjir 627 hektare. Bahkan memiliki potensi pembangkit Listrik PLTA 6,34 MW dan potensi PLTS terapung 179 MW sebagai energi baru terbarukan.
Adapun Bendungan Rukoh di Pidie, Nasir menyebutkan kapasitas tampungnya mencapai 128 juta meter kubik air.
Bendungan Rukoh melayani irigasi 12.194 hektar di Daerah Irigasi Baro Raya, menyediakan air baku 900 liter per detik untuk 20 kecamatan, mengendalikan banjir 51 hektare, dan potensi pengembangan PLTMH 1,22 MW dan PLTS 137 MW.
Selain itu, kata Sekda Nasir, optimalisasi kedua bendungan itu akan mendukung program swasembada pangan nasional melalui indeks pertanaman sebanyak 384.660 ton per tahun.
“Ketahanan air bagi masyarakat dan kawasan industri, pengembangan energi hijau, dan pengurangan risiko banjir,” katanya.//Redaksi.




