NasionalPendidikan

Akademisi tujuh negara hadiri The 7th AISCE di USK

Banda Aceh (Aentenews) – Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan The 7th Aceh International Symposium on Civil Engineering (AISCE) 2026  yang dihadiri para akademisi dan praktisi dari tujuh negara untuk merumuskan solusi inovatif dalam pembangunan infrastruktur tangguh terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.

Mengusung tema “Resilient Infrastructure under Climate Change”, simposium ini menjadi forum internasional bagi para akademisi dan praktisi untuk  berbagi ilmu pengetahuan dalam pengembangan infrastruktur terhadap ancaman bencana tsunami.

 Forum akademik yang diinisiasi oleh Fakultas Teknik USK ini mempertemukan peneliti, akademisi, profesional, dan mahasiswa dari berbagai negara, yakni Indonesia, Pakistan, Thailand, Malaysia, Jepang, Irak, dan Inggris. Tahun ini, AISCE mencatat lonjakan antusiasme dengan diterimanya hampir 40 makalah ilmiah untuk dipresentasikan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) Ramzi Adriman, 16 Juli 2026, menekankan bahwa AISCE adalah platform strategis untuk bertukar gagasan yang solutif.

“Kami berharap AISCE menjadi wadah bagi para akademisi dan praktisi untuk berbagi ilmu pengetahuan. Hasil dari forum ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi Pemerintah Aceh, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam merespons tantangan infrastruktur global,” ujar Ramzi.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Teknik USK, Prof Iskandar, menyoroti urgensi kontribusi simposium bagi pembangunan di Aceh. Ia berharap inovasi yang dibahas dapat mendukung pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam aspek mitigasi serta peningkatan ketangguhan infrastruktur terhadap ancaman bencana tsunami.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan AISCE 2026. Fokus kita adalah pada pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan dan adaptif sebagai respons atas perubahan iklim,” ungkap Prof. Iskandar.

Foto Dok Humas USK

AISCE 2026 menghadirkan tiga pakar internasional sebagai keynote speaker, yakni Kepala Global Engagement Office (GEO) USK, Prof. Syamsidik, perwakilan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Dr. Khamarrul Azahari Bin Razak, serta Dr. Ezri Hayat dari Teesside University, Inggris. 

Ketiganya mengupas tuntas tantangan serta inovasi terbaru dalam pembangunan infrastruktur masa depan.

Melalui penyelenggaraan ini, USK berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya riset-riset berkualitas dan memperkuat jejaring kolaborasi internasional. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta meminimalisir risiko bencana di masa depan.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button