Gayo Lues (Aentenews) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun sebanyak 728 unit Hunian tetap (huntap) dalam program relokasi mandiri di sejumlah desa dalam wilayah kabupaten Gayo Lues.
Sebanyak 18 desa di Kabupaten Gayo Lues ditetapkan sebagai lokasi Program Relokasi Mandiri bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Program tersebut akan didanai melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dikuti dari Siaran Pers Pemkab Gayo Lues, Sabtu (25/7/2026), Program Relokasi Mandiri ini diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana yang memenuhi persyaratan, dengan pembangunan hunian berada di atas lahan milik korban bencana atau lahan sendiri maupun lahan hibah, sesuai ketentuan dan hasil verifikasi pemerintah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues, Muhaimini, bahwa pembangunan sebanyak 728 unit Hunian Tetap Mandiri dilaksanakan secara bertahap. Pada Tahap I dibangun sebanyak 83 unit, sedangkan Tahap II direncanakan sebanyak 645 unit.
“Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama BNPB berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menempati hunian yang aman, layak, dan memiliki kepastian hukum,” katanya.
Adapun sebanyak 18 desa yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Huntap dalam daftar Program Relokasi Mandiri, yakni desa Badak, desa Kutalintang, desa Leme, desa Durin Siku, desa Kendawi, desa Pinang Rugub , desa Padang Pasir, desa Rikit Gaib, Tungel, desa Tungel Baru, desa Penomon Jaya, desa Sepang, desa Badak Uken, desa Penggalangan, Desa Ise-Ise, desa Suri Musara, desa Kenyaran dan desa Rempelam.
Selain dibangun BNPB sebanyak 728 unit Huntap di 18 desa, Hunian Tetap (HUNTAP) juga akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di 15 desa pada tahun anggaran 2026 dan 2027 di kabupaten Gayo Lues.
Aentenews by Ampelsa
.




