Aceh TengahBudaya dan Seni

Deklarasi Indonesia damai di Tanah Gayo Aceh Tengah

Foto.Dok Penrem Lilawangsa.

Takengon (Aentenews ) – Ribuan masyarakat dataran tinggi Gayo bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)  kabupaten Aceh Tengah menggelar Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Lapangan Pacuan Kuda, Kampung Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Takengon, Minggu (30/08/2026).

Apel Kebangsaan Indonesia Damai yang dirangkai dengan deklarasi dan doa bersama itu bertujuan memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian di Provinsi Aceh. 

Selain menjadi wadah pemersatu, momentum ini juga rangkaian memeriahkan HUT ke-81 RI melalui ajang sport tourism Pacuan Kuda sebagai sarana hiburan dan penyembuhan trauma (trauma healing) pascabencana banjir November 2025.

Hadir sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, Bupati Bener Meriah Ir. Tagore Abu Bakar, dan Bupati Gayo Lues Suhaidi dan Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto beserta jajaran unsur Forkopimda lainnya.

Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme masyarakat Gayo. Jenderal Ali menegaskan bahwa kondisi keamanan Aceh saat ini sudah sangat kondusif.  

“Luar biasa kehadiran masyarakat di dataran tinggi Gayo ini, mengobarkan semangat kemerdekaan Indonesia. Sejak Indonesia Merdeka, Provinsi Aceh adalah salah satu daerah modal. Saya selaku putra daerah mengimbau agar Aceh tetap damai sesuai komitmen kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Brigjen TNI Ali Imran.

Oleh karena itu,  kata Ali Imran yang juga selaku Danrindam IM, TNI bersama pemerintah daerah terus mempercepat pemulihan infrastruktur, seperti jembatan dan jalan, demi kelancaran mobilitas dan perekonomian masyarakat. 

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memupuk jiwa kebangsaan dan memperkuat kecintaan pada tanah air. I

Haili Yoga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai motor penggerak pembangunan daerah, serta menjaga Tanoh Gayo agar tetap aman, damai, dan kompak.

Secara khusus, Bupati memberikan instruksi tegas terkait pelaksanaan pacuan kuda tradisional tersebut. Pemerintah daerah melarang keras segala bentuk aktivitas perjudian maupun tindakan lain yang melanggar syariat Islam, hukum, adat, dan ketertiban umum.

“Pacuan kuda adalah tradisi, budaya, dan hiburan rakyat, bukan tempat untuk merusak moral. Pelestarian budaya ini harus berjalan seiring dengan nilai-nilai agama, adat, dan norma yang berlaku,” ujar Haili Yoga.

Sementara, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, memuji kualitas Arena H.M. Hasan Gayo. Menurutnya, tempat ini merupakan arena pacu kuda terbaik dengan antusiasme penonton paling luar biasa di Indonesia.

“Melalui kejuaraan ini mari kita bersatu untuk mewujudkan prestasi. Kejuaraan pacu kuda ini memberikan dampak positif untuk melanjutkan tradisi, sekaligus melakukan pembinaan atlet untuk PON XXII/2028 nanti. Mari kita bekerja keras untuk olahraga Indonesia karena bicara olahraga kita bicara Merah Putih, jangan lelah berkarya untuk Indonesia,” ucap Marciano Norman.

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button