Meski dalam pemulihan pascabencana, Aceh Tengah tetap gelar…

Pacua Kuda Tradisional di Aceh Tengah.Foto Dok Pemkab
Aceh Tengah (Aentenews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah secara resmi menggelar agenda tahunan pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menyatakan pacuan kuda tradisional merupakan agenda tahunan yang telah menjadi bagian dari tradisi dan hiburan masyarakat Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan dua kali dalam setahun, salah satunya dalam rangka memperingati hari jadi Kota Takengon.
Olahraga Pacua Kuda Gayo yang dibuka pada Senin (24/8/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 di pusatkan di Lapangan H Hasan Gayo, Pegasing, kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini diharapkan menjadi penyemangat dan sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan sportivitas.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama pelaksanaan event. Ia meminta panitia memperhatikan kebersihan fasilitas umum, termasuk tangga dan area gedung, serta mengimbau para pedagang menyediakan tempat sampah di sekitar lapak masing-masing.
Menurut Muchsin, pemerintah daerah telah memberikan dukungan anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut sehingga biaya yang dibebankan kepada masyarakat dan pedagang hendaknya disesuaikan dengan kemampuan mereka.
“Event pacuan kuda tradisional ini benar-benar merupakan hiburan untuk rakyat dan daya tarik bagi peningkatan kunjungan wisatawan untuk menyaksikannya, meski Aceh Tengah saat ini berusaha bangkit untuk memulihkan ekonomi pasca bencana banjir”, katanya.
Muchsin juga mengajak masyarakat di empat desa yang berada di sekitar lokasi pacuan kuda untuk turut mendukung kelancaran kegiatan dengan menjaga ketertiban dan tidak menetapkan tarif parkir yang memberatkan pengunjung.
Pada kesempatan itu, Pemkab Aceh Tengah menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, Satpol PP, serta petugas kebersihan yang telah membantu menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Selain kebersihan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap praktik perjudian dan pungutan liar. Muchsin menegaskan bahwa pacuan kuda tradisional Gayo harus menjadi pesta rakyat yang bebas dari perjudian dan pungutan yang membebani masyarakat maupun pengunjung.
“ Event pacuan kuda tradisional ini harus bersih dari perjudian serta tidak ada pungutan-pungutan liar yang membebani masyarakat dan para pengunjung”, tegasnya
Ia juga turut menyoroti besarnya biaya sewa lapak yang dikeluhkan masyarakat melalui media sosial. Pemerintah daerah meminta penyelenggara melakukan rasionalisasi tarif agar tetap terjangkau bagi para pedagang.
“Acara ini adalah dari kita, untuk kita, dan untuk masyarakat Kabupaten Aceh Tengah yang kita bangun bersama”, ungkapnya.
Aentenews by Ampelsa.




