Banda Aceh (Aentenews) – Ketua Dekranasda Aceh Marlina Usman mengatakan status Aceh sebagai satu-satunya provinsi yang menerapkan Syariat Islam itu merupakan peluang untuk mengembangkan fashen muslim.
“Letak dan status Aceh sebagai sebagai satu-satunya daerah yang melaksanakan Syariat Islam tentu menjadi sebuah peluang besar untuk megembangkan fesyen muslim,” tegas Marlina atau akrab disapa Kak Na saat menyemangati desainer muda Aceh yang menjadi peserta Bootcamp Akselerasi Fesyen Muslim Indonesia, yang digelar oleh Kementerian Ekonomi Kreatif di Banda Aceh, Rabu.
Lebih lanjut, Kak Na yang juga isteri Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyemangati peserta dan berpesan agar terus menyerap ilmu yang diberikan oleh para pemateri dan membagikannya kepada teman-teman desainer muda lainnya, sehingga bisa berkembang bersama, sehingga desainer Aceh mampu bersaing tidak hanya secara lokal tetapi juga nasional dan global.
Sebagaimana diketahui, tahun ini Aceh mendapat gold award dari UB Halalmetric Award 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya. Pemerintah Aceh dinilai memiliki komitmen untuk memperkuat ekosistem halal dan wisata syariah.
Di tahun-tahun sebelumnya, Aceh juga dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim (2022), World’s Best Halal Cultural Tourism Destination (2019) serta sejumlah penghargaan lainnya.

“Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan jangan pernah malu untuk bermimpi setinggi-tingginya. Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan Aceh dengan kekhususannya, bukan tidak mungkin Aceh akan menjadi kiblat fesyen muslim dunia suatu saat nanti,” kata Kak Na
“Mari, dengan semangat, keyakinan dan kerjasama yang baik, bersama kita wujudkan mimpi itu,” pungkas Kak Na.//Redaksi
Sumber: Humas Aceh




