Aceh BesarEkonomi

Bupati Aceh Besar: segera normalisasi irigasi untuk persawahan di Lhoknga

Aceh Besar (Aentenews) – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menegaskan komitmennya untuk segera melakukan normalisasi saluran irigasi dan termasuk saluran pembuang di kawasan tersebut guna pemulihan dan pengendalian aliran air untuk kebutuhan lahan persawahan petani.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati, Muharram saat meninjau kondisi irigasi yang turut didampingi pejabat instanasi terkait di Gampong Tanjon Kecamatan Lhoknga, kabupaten Aceh Besar, Sabtu (23/5/2026).

Peninjauan dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap keluhan petani dan warga terjadinya genangan air yang mengganggu area persawahan masyarakat saat curah hujan tinggi.

Dalam kunjungan itu, Bupati yang akrab disapa Syech Muharram menegaskan komitmen segera melakukan normalisasi saluran irigasi dan saluran pembuangan di kawasan tersebut agar tanaman padi tidak terendam pada musim penghujan dan tidak kekeringan saat kemarau. =

“Pemerintah akan melakukan normalisasi irigasi di kawasan ini agar aliran air ke area persawahan masyarakat berjalan lancar dan terkendali dengan baik,” ujar Syech Muharram usai melakukan peninjauan.

Menurutnya, keberadaan saluran irigasi dan saluran pembuangan sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat, khususnya di Kecamatan Lhoknga yang memiliki hamparan sawah cukup luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Syahrial Amanullah yang turut bersama rombongan bupati Muharram di lokasi tersebut menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu, yang salah satunya akan digunakan untuk normalisasi saluran irigasi di Kecamatan Lhoknga.

“Beberapa waktu lalu, pemkab Aceh Besar mendapat anggaran dari Presiden untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi. Insyaallah kita akan pergunakan untuk normalisasi saluran pembuang yang melintas beberapa gampong di Kecamatan Lhoknga,” jelasnya.

Ia menambahkan, normalisasi tersebut menjadi prioritas karena kondisi saluran saat ini sudah dipenuhi semak-semak dan sedimentasi, sehingga tidak mampu menampung debit air secara maksimal ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Pada saat curah hujan tinggi, area persawahan sering tergenang karena saluran sudah kotor dan ditumbuhi semak-semak, sehingga pada musim hujan air melimpah ke area persawahan. Ini yang kita coba intervensi dengan melakukan  normalisasi,” katanya.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button