Aceh Utara butuh Tim SAR evakuasi warga terjebak banjir
Banda Aceh (Aentenews) – Pemkab Aceh Utara menyatakan kebutuhan mendesak saat ini adalah tim penyelamat (SAR) untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir di wilayah yang masih terisolasi.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah Tim SAR untuk evakuasi dan penyelamatan warga yang masih terjebak banjir di wilayah terisolasi,” kata Juru Bicara Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli dalam rilisnya yang diterima aentenews.com di Banda Aceh, Jumat malam.
Selain itu, ia menjelaskan yang juga dibutuhkan korban banjir saat ini adalah logistik bantuan masa panik untuk pengungsi dan kebutuhan khusus perempuan, anak-anak, ibu hamil, balita, lansia dan disabilitas.
Daerah yang masih terisolasi akibat banjir, ia menyebutkan yakni Langkahan, Kuta Makmur, Samudera, Murah Mulia, Sawang, Muara Batu, Nisam dan Lapang.
Kemudian, transportasi air untuk menyalurkan bantuan logistik ke pengungsian juga dibutuhkan, selain pemulihan saluran komunikasi, listrik dan air bersih.
Jubir Pemkab Aceh Utara juga menjelaskan bahwa bencana banjir di daerah ini diakibatkan oleh kedangkalan sungai, cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan tinggi selama lima hari berturut turut.
Tingginya debit itu, jelas dia menyebabkan jebolnya tebing sungai Krueng Pase di Kecamatan Samudera, Krueng Peutou di Lhoksukon serta meluap air sungai Krueng Keureuto, Krueng Jambo Aye dan Krueng Sawang.
Muntasir Ramli juga menjelaskan banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir ini menyebabkan kerusakan infrastruktur publik, pemukiman penduduk, sawah, tambak terendam dan pemukiman penduduk hancur diterjang bencana alam dipenghujung tahun 2025.// Redaksi




