
Banda Aceh (Aentenews) – Wakil gubernur (Wagub) Aceh Fadhulullah, menyebutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, sekaligus peluang menggerakkan ekonomi lokal.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan dalam program ini harus mampu memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menghidupkan ekonomi lokal,” kata wagub menegaskan.
Hal tersebut disampaikan pada kegiatan sinergi ekonomi kerakyatan dalam rangka mendukung program MBG pascabencana di Banda Aceh, Kamis.
Untuk itu, Wagub menekankan pentingnya langkah strategis, antara lain memperkuat basis data dan pemetaan potensi UMKM, koperasi, dan BUMDes, mengintegrasikan rantai pasok pangan lokal secara digital, serta memastikan akses permodalan yang mudah dan fleksibel melalui perbankan daerah dan lembaga pembiayaan syariah.
Selain itu, pendampingan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha juga perlu diperkuat, termasuk dalam aspek manajemen, kualitas produk, dan sertifikasi keamanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung implementasi Program MBG di Aceh.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah daerah, lembaga, maupun pelaku usaha, guna memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program.
Turut hadir Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, Kepala Perwakilan BGN Regional Aceh, Mustafa Kamal, serta narasumber Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali (Lem Faisal).
Diharapkan, melalui kolaborasi yang kuat, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di seluruh gampong.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong promosi dan penguatan produk lokal serta memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Aceh.//Redaksi.




