
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim (kanan) menyerahkan sertifikat kelulusan kepada wisudawan saat berlangsung wisuda sekolah lansia, di Aceh Jaya, Kamis (22/1/2025). Foto Ist
Aceh Jaya (Aentenews) – Nek Siti, seorang lansia berusia 90 tahun, membuktikan bahwa usia bukanlah angka, apalagi menjadi penghalang untuk terus belajar.
Melalui semangat yang tak pernah padam, nenek yang memiliki nama lengkapnya Siti Hajar telah menunjukkan bahwa belajar tidak mengenal usia.
Tekad untuk terus belajar itu ternyata tidak hanya menyemangati Nek Siti, sebab ada 177 peserta lansia yang masuk dalam kelompok golongan nenek dan kakek mengikuti wisuda Sekolah Lansia Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /BKKBN di Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (22/1/2025).
Namun dari 177 peserta wisuda, yang menyentuh perhatian undangan adalah Siti Hajar. Sebab ia menjadi simbol penyemangat dan merubah suasana haru penuh gembira pada kegiatan wisuda Sekolah Lansia.
Bahwa, belajar tidak mengenal usia dan di panggung wisuda menjadi pusat perhatian bagi para tamu undang, termasuk keluarga anak dan cucuk para peserta.
Wisuda yang berlangsung dengan prosesi penyematan tanda kelulusan dan penyerahan sertifikat itu dihadiri oleh unsur pimpinan daerah turut berhadir tokoh masyarakat, fasilitator Sekolah Lansia, kader desa, dan keluarga wisudawan/wisudawati.
“Wisuda hari ini bukan sekadar seremoni, ini bukti nyata komitmen bersama mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” kata Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim
Sekolah Lansia di Kabupaten Aceh Jaya dilaksanakan sejak Agustus 2025 dan berakhir pada Desember 2025, dengan rangkaian 12 kali pertemuan yang mengusung kurikulum 7 dimensi lansia Tangguh, yakni spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial, vokasional, dan lingkungan.
Sementara itu, jumlah peserta yang diwisuda sebanyak 177 orang, berasal dari 9 kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya. Setiap kecamatan memiliki satu Sekolah Lansia yang digerakkan oleh pelaksana dan penggerak kegiatan PKB/PLKB setempat.
Program Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA) menyatukan upaya lintas sektor: pembelajaran, peningkatan kesehatan, dan penguatan peran sosial lansia. Keberadaan Sekolah Lansia ini juga didukung oleh sinergi pemerintah kabupaten, TP PKK, OPD terkait, fasilitator, dan kader lokal, sebuah kolaborasi yang mutlak diperlukan untuk memastikan keberlanjutan manfaat bagi keluarga dan komunitas.
Sejumlah wisudawan memberikan testimoni singkat pada sesi prosesi. Dalam testimoni itu wisudawan menyampaikan bahwa selama di Sekolah Lansia mereka memperoleh pengetahuan praktik kesehatan sehari-hari, keterampilan vokasional sederhana, serta kesempatan bertemu teman sebaya yang dapat menumbuhkan semangat hidup baru.
Rangkaian penampilan dan testimoni wisudawan lansia itu menjadi salah satu momen mengharukan dengan beragam pengelaman yang disampaikan.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh menegaskan harapan agar program Sekolah Lansia terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lansia, sebagai salah satu pilar pembangunan keluarga berkualitas.
Wisuda Sekolah Lansia menjadi pengingat dan perekat bahwa pembangunan manusia meliputi semua usia. Dari ruang kelas sederhana hingga berakhir dengan penghargaan di atas panggung sebagai bukti bahwa belajar adalah jalan untuk mempertahankan martabat, memperkuat keluarga, dan memperkaya komunitas.// Aentenews by Ampelsa




