Banda Aceh (Aentenes) – Menteri Dalan Negeri , Tito Karnavian yang juga Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana Sumatera menyatakan proses pemulihan pasca bencana di Aceh sudah kembali kepada normal, tapi belum permanen normalnya.
“Normal fungsional artinya pergerakan orang, barang berjalan baik,listrik juga oke, SPBU beroperasi dan termasuk internet. Namun, sekali lagi masih ada yang belum idel,” Kata Mendagri Tito Karnavian kepada wartawan seusai menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan, Percepatan Pemulihan pasca bencana di kantor pemerintahan Aceh, Selasa (9/6/2026).
Mendagri Tito Karnavian rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan pascabencana di Aceh bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Wagub Aceh, Fadhlullah dan sejumlah kepala daerah dari kabupaten/kota serta pejabat instansi terkait lainnya mengevaluasi apa yang sudah dicapai selama masa tanggap darurat, transisi. Intinya kondisi daerah sudah kembali normal.
Tito Karnavian mengakui, pascabencana masih terdapat murid sekolah di tenda, beberapa ada yang di tempat darurat, bangunan darurat, ada yang mumpang di sekolah lain, meskipun sebagian besar sudah kembali ke sekolah asal .
“Kalau kita lihat dari beberapa indikator pada data yang ada, memang dampak yang cukup masif itu provinsi Aceh, tanpa mengecilkan semua kota di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Saya nanti juga ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat melakukan evaluasi yang sama,” tambahnya.
Terlepas dari hal itu, pemerintah bersama kita sudah dapat mengemablikan kondisi kepada fungsi yang normal untuk kehidupan masyarakat. Tapi, masih banyak persoalan yang belum diselesaikan, antara lain masalah perumahan, pendidikan, masalah rumah warga, Madrasah jalan, jembatan sawah, kemudian tambak dan lain-lainnya yang perlu dilakukan rehabilitasi dan rekontruksi.
“Bila perlu pemulihan pasca bencana Aceh lebih baik lagi dan itu nantinya akan berlanjut sampai tahun 2028 . Tiga tahun kedepan, yanks tahun 2026, 2027, 2028 total anggaran yang sudah disetujui oleh Pak Presiden dan DPR dalam pemulihan bencana Sumatera, Aceh, Sumut dan Sumatera Barat sebesar Rp100,1 triliun.
Lebih lanjut Tito Karnavian menambahkan, kita juga sudah serahkan hibah untuk membantu pemerintah kabupaten/kota di provinsi Aceh. Beberapa pemerintah kota yang ada di Sumatera Utara menghibahkan sebesar Rp260 miliar dan kemudian Rp24 miliar dari kota di Sumatera Barat dengan total sebesar Rp 284 miliar untuk beberapa kompeten kota yang terdampak bencana di provinsi Aceh.
Pada kesempatan tesebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menambahkan, dari sebanyak 18 kabupaten kota yang terdampak bencana alam banjir di provinsi Aceh yang menjadi prioritas penanganannya , kabupaten Bireuen dan Aceh Utara, karena kedua daetah itu yang paling berat terdampak bencana.
Aentenews by Ampelsa.




