HumanioraOpiniTop News

Feature: Mengintip keindahan bentangan alam di ketinggian Puncak Geurutee

Panorama wisata pantai yang berpadu pemandangan alam pegunungan dari puncak Gunung Geurute, Aceh Jaya, Sabtu (24/1/2025). Puncak Gunung Geruete menawarkan spetakuler Samudera Hindia dari ketinggian dan panorama hutan pantai serta gugusan pulau pulau merupakan wisata menarik bagi wisatawan dan selain lokasinya berada di lintasan jalan nasional . //Foto Aentenews by Ampelsa.

Oleh Ampelsa

Banda Aceh (Aentwnews) – Jika anda berada di puncak Glee Geuruete dengan  ketinggian 900 meter dari atas permukaan laut, bukan hanya cerita  tentang pemandangan hamparan hijaunya hutan pantai, tapi birunya lautan yang seolah tak berujung dan menyatu dengan langit yang cerah.

Glee Geuruete atau bahasa Indonesia disebut Gunung Geurutee   di jalur lintas Barat  dan Selatan Aceh itu, merupakan destinasi yang menyimpan pesona alam yang masih terawat itu  ramai dikinjungi wistawan, terutama pada hari libur.

Karena keindahan panorama samudera perpaduan dengan alam pegunungan dan pulau pulau kecil, sehingga Glee Geurutee dijuluki  sebagai “surga tersembunyi” di ujung barat Indonesia.

Puncak Gunung Geurutee berada di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, tepatnya di kawasan pegunungan yang menjadi bagian dari jalur Lintas Barat Selatan. Jalur ini menghubungkan Banda Aceh dengan Meulaboh, dan dikenal sebagai salah satu rute yang indah dan sekaligus menantang karena jalannya berkelok dan jurang terjal.

Puncak Geurutee tidak hanya terkenal di kalangan pelancong lokal, tapi juga mulai dilirik oleh wisatawan dari luar daerah karena pesonanya yang autentik.

Konon dalam sejarahnya disebut  “Geurutee” berasal dari bahasa Aceh yang berarti “melihat dari ketinggian”. Mungkin alasan ini dan sesuai namanya, puncak Geuruete menjadi tempat menikmati pemandangan lepas ke Samudra Hindia yang luas membiru.

“Indah memang, mulai dari kaki gunung  hingga puncak Geurute, menyajikan keindahan dan perpaduan alam darat dan laut,” kata Safarina , salah seorang pengujung di lokasi tersebut.

Perpaduan dengan hutan tropis yang rimbun di sekitarnya. Akses menuju puncak tergolong mudah karena berada di tepi jalan lintas, menjadikannya tempat perhentian favorit bagi pengendara maupun pelancong dan sayangnya fasilitas parkir kendaraan belum tersedia, katanya.

Bagi pengunjung yang berpegian melintasi pantai Barat dan Selatan Aceh itu, dapat beristirahat sejenak. Puncak Gunung Geuruete menawarkan banyak daya tarik yang layak untuk dieksplorasi.

Panorama alam yang memikat, seperti  flora dan fauna yang masih alami berpadu dalam harmoni yang berbeda ditemukan di daerah. Salah satu daya tarik utama dari Puncak Gunung Geuruete adalah pemandangan saat matahari terbit atau tenggelam, menciptakan gradasi warna yang memanjakan mata.

Monyet monyet yang seakan sudah tak asing lagi bersahabat dengan pengunjung. Hewan-hewan tersebut kerap mendekat dengan pengunjung yang berada di warung warung kecil yang berjejer di lintas jalan nasional puncak Gunung Geuruete.

Meskipun terkesan akrab dengan pengunjung, namun disarankan tetap waspada
dan tidak memberi makan sembarangan agar ekosistem tetap terjaga.

Inilah wisata  puncak di tepi jalan. Bagi pecinta fotografi atau sekadar ingin mengabadikan pemandangan bahari dan alam pegunungan Gunung Geuruete menawarkan banyak spot foto menawan. Dimulai dari lokasi jembatan kecil, warung dengan latar laut, hingga sudut jalan yang dipenuhi kabut saat pagi, semuanya memberikan estetika visual yang indah.

Karena lokasinya berada di jalur lintas antar kota, Puncak Gunung Geurutee sering dijadikan tempat singgah bagi pengendara jarak jauh. Beristirahat sejenak di puncak ini bukan hanya menyegarkan fisik, tetapi juga menyegarkan pikiran dengan pemandangan yang menenangkan.

Wisata gunung Geuruete, salah satu potensi perekonomian yang juga memberikan andil dan meningkatnya kunjungan wisata ke Aceh. Pada tahun 2025 tercapat arus kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 18,3 juta jiwa kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh mencatat, jumlah kunjungan wisatawan ke meningkat dan dilihat dari angka tahun 2025 sebanyak 18,3 juta kunjungan dibanding tahun sebelumnya sebanyak 12,9 juta kunjungan.

Angka tersebut menandakan , capaian kunjungan wisatawan Aceh masih tinggi dan menjadi tujuan perjalanan pavorit bagi pengunjung , baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing.

Monyet monyet yang seakan sudah tak asing lagi bersahabat dengan pengunjung. Hewan-hewan tersebut kerap mendekat dengan pengunjung yang berada di warung warung kecil yang berjejer di lintas jalan nasional puncak Gunung Geuruete.

Meskipun terkesan akrab dengan pengunjung, namun disarankan tetap waspada
dan tidak memberi makan sembarangan agar ekosistem tetap terjaga.

Inilah wisata  puncak di tepi jalan. Bagi pecinta fotografi atau sekadar ingin mengabadikan pemandangan bahari dan alam pegunungan Gunung Geuruete menawarkan banyak spot foto menawan. Dimulai dari lokasi jembatan kecil, warung dengan latar laut, hingga sudut jalan yang dipenuhi kabut saat pagi, semuanya memberikan estetika visual yang indah.

Karena lokasinya berada di jalur lintas antar kota, Puncak Gunung Geurutee sering dijadikan tempat singgah bagi pengendara jarak jauh. Beristirahat sejenak di puncak ini bukan hanya menyegarkan fisik, tetapi juga menyegarkan pikiran dengan pemandangan yang menenangkan.

Wisata gunung Geuruete, salah satu potensi perekonomian yang juga memberikan andil dan meningkatnya kunjungan wisata ke Aceh. Pada tahun 2025 tercapat arus kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 18,3 juta jiwa kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh mencatat, jumlah kunjungan wisatawan ke meningkat dan dilihat dari angka tahun 2025 sebanyak 18,3 juta kunjungan dibanding tahun sebelumnya sebanyak 12,9 juta kunjungan.

Angka tersebut menandakan , capaian kunjungan wisatawan Aceh masih tinggi dan menjadi tujuan perjalanan pavorit bagi pengunjung , baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing.//Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button