AcehNasional

Pengungsi di Aceh tinggal sebanyak 12.144 orang, bagaimana fakta di lapangan

Banda Aceh (Aentenews) – Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, mencatat jumlah pengungsi pasca bencana di wilayah Sumtera hingga Februari 2026 menunjukkan  penurunan signifikan.

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, di Jakarta Rabu (18/2/2026) menyatakan berdasarkan data BNPB per 17 Februari 2026 jumlah pengungsi di Sumatera Utara, Sumbar dan provinsi Aceh terus mengalami penurunan.

Adapun rinciannya, di Provinsi Aceh dari semula 1.418.872 pengungsi turun menjadi 12.144 pengungsi,  di Provinsi Sumatera Utara dari semula 53.523 pengungsi turun menjadi 850 pengungsi.

“Untuk Sumatera Barat pengungsi saat ini sudah 0 dari sebelumnya 16.164. Ada yang sudah pulang kembali mendapatkan bantuan, stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang, sedangkan yang berat atau hilang tinggal di huntara maupun mendapatkan dana tunggu hunian,” ujar Tito.

Hal itu disampaikan Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI  bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Gedung Nusantara IV DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan.

Tito menambahkan, saat ini pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan, termasuk dari sisi infrastruktur. Hal itu meliputi perbaikan jembatan, jalan, serta fasilitas publik lainnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, daerah-daerah terdampak bencana di Sumatera umumnya memiliki karakteristik tantangan masing-masing. Misalnya, di daerah dataran tinggi yang mengalami bencana tanah longsor. Peristiwa itu mengakibatkan jalan tertimbun dan jembatan rusak.

Sementara, wartawan Aentenews  di kabupaten Pidie Jaya, melaporkan ratusan korban bencana banjir masih bertahan di tenda darurat dengan kondisi lingkungan rawan genangan air dan lumpur pada saat penghujan 

Sekitar 500 jiwa korban bencana banjir di desa meunasah Raya, salah satu daerah yang terdampak parah bencana banjir, masih menempati tenda darurat karena belum mendapat fasilitas huntara, belum termasuk kondisi yang sama terjadi di daerah pedalaman lainnya kabupaten Pidie Jaya.

Warga pengungsi yang bertahan di tenda darurat  menjelang Ramadhan di desa itu, menyatakan kecewa dan juga sedih dengan janji pemerintah yang menargetkan pengungsi sudah dipindahkan ke huntara  sebelum Ramadhan.

“Desa kami masih berlumpur dan rumah-rumah tertimbun material pascabanjir  begitu juga  akess jalan desa sulit dilalui,” kata Fitriani, korban bencana di Pidie Jaya. 

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button