AcehPolitik

Ini sosok anggota DPRA salurkan seluruh gaji pokok untuk 1.000 anak yatim

Banda Aceh (Aentenews) – Di bulan suci Ramadhan,  seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) itu. menunjukkan bentuk kepedulian yang luar biasa,  menyalurkan seluruh gaji pokoknya untuk membantuk anak yatim dan piatu di daerah pemilihannya (Dapil) nya.

Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali menjadi saksi hadirnya nilai kemanusiaan yang tumbuh dari kedalaman ketulusan hati. Khalid, politisi muda Partai Golkar itu menorehkan langkah nyata dengan menyalurkan seluruh gaji pokoknya untuk membantu anak yatim dan piatu, sehingga mereka bisa merasakan kegembiraannya berhari raya Idul Fitri seperti anak-anak lain.

Program sosial tersebut menyasar wilayah Dapil 2 Aceh yang meliputi Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Sepanjang Ramadhan tahun ini, santunan diberikan kepada 1.000 anak yatim dan piatu yang tersebar di berbagai gampong dan kecamatan. Penyaluran dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat dirasakan secara merata oleh mereka yang membutuhkan.

Aksi kemanusiaan ini bukanlah sekadar kegiatan seremonial. Inisiatif tersebut telah berlangsung selama dua tahun terakhir, menjadi bentuk konsistensi dan kepedulian sosial yang berkelanjutan. Dalam suasana Ramadhan yang penuh makna, langkah ini menjadi simbol bahwa keberpihakan kepada masyarakat kecil tidak hanya dapat diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan mereka.

Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Drs. M. Isa Alima, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas niat baik tersebut. Menurutnya, kepedulian seperti ini mencerminkan wajah kemanusiaan dalam dunia politik yang sering kali dipandang jauh dari sentuhan empati.

Isa Alima menilai bahwa langkah Khalid dapat menjadi teladan bagi anggota legislatif lainnya di seluruh daerah pemilihan di Aceh. Ia berharap gerakan sosial yang berorientasi pada kepedulian terhadap anak-anak yatim dapat terus berkembang dan menjadi budaya kolektif di kalangan para pemangku kebijakan.

“Anak-anak yatim adalah bagian dari amanah sosial yang harus dijaga bersama. Bantuan seperti ini bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberi mereka harapan untuk menatap masa depan dengan lebih percaya diri,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepedulian yang berkelanjutan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak yatim untuk meraih cita-cita mereka. Dengan dukungan moral dan material yang konsisten, generasi yang hari ini hidup dalam keterbatasan berpotensi tumbuh menjadi sumber kekuatan baru bagi pembangunan Aceh di masa mendatang.

Dalam perspektif sosial, santunan yang diberikan bukan semata bantuan sesaat. Ia adalah benih yang ditanam dalam tanah harapan — agar suatu hari nanti, anak-anak yang hari ini menerima uluran tangan dapat berdiri tegak sebagai generasi yang memberi kembali kepada masyarakat.

Ramadhan selalu mengajarkan bahwa keindahan hidup tidak terletak pada apa yang dimiliki, tetapi pada apa yang mampu dibagikan. Di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi, langkah-langkah kecil penuh ketulusan seperti ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan sejati tumbuh dari kepekaan hati dan kesediaan untuk hadir di saat masyarakat membutuhkan.

Harapannya, semangat kepedulian ini tidak berhenti sebagai kisah satu tokoh, melainkan menjadi gerakan bersama. Sebab masa depan anak-anak yatim bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi panggilan nurani seluruh masyarakat untuk memastikan bahwa mereka tetap memiliki ruang bermimpi, belajar, dan mencapai cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh.//Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button