Sekelompok burung terbang melintasi awan Cumulonimbus di langit kawasan tol Seulimum, kabupaten Aceh Besar, Rabu (29/4/2026). BMKG memprediksi potensi awan Cumulonimbus dengan persentase spasial 50-75 persen(FRQ/Frequest tanggl 30 April hingga 6 Mei 2026 di Aceh dan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia sehingga diminta bagi pernebang waspada dan dapat pemicu cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin kencang. Aentenews Foto/Ampelsa.
Sekelompok burung terbang melintasi awan Cumulonimbus di langit kawasan tol Seulimum, kabupaten Aceh Besar, Rabu (29/4/2026). BMKG memprediksi potensi awan Cumulonimbus dengan persentase spasial 50-75 persen(FRQ/Frequest tanggl 30 April hingga 6 Mei 2026 di Aceh dan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia sehingga diminta bagi pernebang waspada dan dapat pemicu cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin kencang. Aentenews Foto/Ampelsa.Sekelompok burung terbang melintasi awan Cumulonimbus di langit kawasan tol Seulimum, kabupaten Aceh Besar, Rabu (29/4/2026). BMKG memprediksi potensi awan Cumulonimbus dengan persentase spasial 50-75 persen(FRQ/Frequest tanggl 30 April hingga 6 Mei 2026 di Aceh dan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia sehingga diminta bagi pernebang waspada dan dapat pemicu cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat ddan angin kencang. Aentenews Foto/Ampelsa.Sekelompok burung terbang melintasi awan Cumulonimbus di langit kawasan tol Seulimum, kabupaten Aceh Besar, Rabu (29/4/2026). BMKG memprediksi potensi awan Cumulonimbus dengan persentase spasial 50-75 persen(FRQ/Frequest tanggl 30 April hingga 6 Mei 2026 di Aceh dan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia sehingga diminta bagi pernebang waspada dan dapat pemicu cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin kencang. Aentenews Foto/Ampelsa.