Aceh UtaraKomunitas

Mahasiswa Unimal berpuisi di jejak Maestro LK Ara

Lhokseumawe (Aentenews) – Ditengah hembusan angin sepoi-sepoi yang bertiup melewati celah-celah ranting dan dedaunan dari pepohanan di komplek kampus Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, mewujudkan suasana sastra terasa bertambah hangat dan akrab di jejak Maestro LK Ara 7 Mei 2026.

Ternyata semangat mahasiswa yang ingin mengikuti jejak sang Maestro LK Ara juga tidak sedikit. Mereka sebagai pewaris sastra tampak begitu bersemangat membacakan puisi-puisinya.

“Bayangkan aktifitas ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan kreatif sastrawan Aceh, LK Ara,” ujar salah seorang panitia kepada media ini.

Dengan latar panggung sederhana yang dihiasi foto dan jejak karya sang maestro, para mahasiswa tampil memukau membacakan puisi secara bergantian.

Suara mereka berpadu dengan angin sore dan suasana alam terbuka, menciptakan nuansa lirih sekaligus khidmat.

Menariknya beberapa puisi yang dibacakan mengangkat tema kemanusiaan, tanah kelahiran, laut, sejarah Aceh, hingga kegelisahan sosial yang selama ini menjadi ciri khas karya-karya L K Ara.

Luar biasa para peserta tampak menyimak dengan tenang. Sementara sejumlah tokoh sastra dan tamu undangan hadir memberi apresiasi kepada Unimal, panitia dan pembaca puisi yang sungguh menarik perhatian masyarakat itu.

“Acara tersebut bukan sekadar pembacaan puisi, melainkan ruang pertemuan antara generasi muda dengan jejak sastrawan Aceh. Di bawah pohon-pohon rindang, kata-kata seakan hidup kembali—mengalir dari mulut para mahasiswa menuju ingatan kolektif tentang pentingnya menjaga kebudayaan dan tradisi literasi,” ucap penyair LK Ara.

“Puisi bukan hanya dibaca, tetapi dirasakan,” tambah salah seorang peserta usai tampil membacakan karya di hadapan hadirin.

Kegiatan Jejak Maestro L K Ara berlangsung penuh keakraban dan menjadi penanda bahwa sastra masih memiliki tempat di hati generasi muda, terutama di lingkungan kampus.

“Sungguh, di ruang terbuka itu, puisi tidak terdengar sebagai suara yang jauh, melainkan dekat dengan tanah, angin, dan kehidupan sehari-hari,” papar Herinawati salah seorang Dosen Unimal//Aentenews by Bachtiar.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button