Sebanyak 44 ribu lebih warga Aceh Utara mengungsi akibat banjir
Banda Aceh (Aentenews) – Pengungsi terdampak banjir yang merendam 19 kecamatan di Aceh Utara. dilaporkan mencapai 44.350 jiwa atau 17.742 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 35 lokasi pengungsian.
Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli di Banda Aceh, Jumat, menyebutkan dari total pengungsi terdampak bencana banjir terparah itu terdapat 64 jiwa ibu hamil, balita 490 orang, lansia 526 jiwa dan 12 belas warga disabilitas.
Menyikapi banjir yang meluas itu, ia menjelaskan Pemerintah Aceh Utara meningkatkan status siaga bencana menjadi tanggap darurat bencana banjir, melalui surat Nomor 360/851/2025 ditandatangani oleh H. Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa) Bupati Aceh Utara, berlaku 14 hari, terhitung 25 November hingga 8 Desember 2025.
Muntasir menjelaskan eluruh Kabupaten Aceh Utara lumpuh total akibat bencana banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, meluapnya air sungai/Krueng Pase, Krueng Keureuto, Krueng Peutou, Krueng Pirak, Krueng Ajo, Krueng Sawang, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Nisam.
Bencana alam terburuk menjelang akhir tahun 2025 ini telah menimbulkan kerusakan pada sarana, prasarana serta infrastruktur, lahan pertanian, tambak dan perkebunan serta terendam pemukiman penduduk dan diperparah hilangnya jaringan internet (blackout/padam) yang menyebabkan tersendat proses evakuasi dan distribusi logistik ke lokasi pengungsian.
Jubir Pemerintah Aceh Utara itu juga menyebutkan banjir juga menyebabkan kerusakan rumah penduduk, dengan rincian 13 unit rusak berat, 67 unit rusak rsedang dan 50 unit rusak ringan.
Selain itu, sebanyak 699 hektare sawah dan 571 hektare tambak masyarakat juga terendam banjir. Sembilan lokasi tanggul jebol, dan satu unit jembatan Sawang putus akibat banjir setelah beberapa hari Aceh Utara diguyur hujan deras.
“Kebutuhan saat ini bantuan evakuasi dan penyelamatan, makanan pokok, bantuan logistik masa panik dan alat berat untuk normalisasi keadaan,” kata Muntasir.//Redaksi




