Aceh Besar optimalkan pengawasan ternak jelang Idul Adha
Aceh Besar (Aentenews) – Pemerintah kabupaten Aceh Besar mengoptimalkan pengawasan kesehatan hewan dengan melibatkan sebanyak 12 pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang tersebar di sejumlah kecamatan guna memastikan pelaksanaan kurban berlangsung aman dan nyaman.
“Kita setiap hari selalu memantau dan memonitor kesehatan hewan, tidak hanya menjelang Idul Adha 1447 Hijriyah. Seluruh petugas kesehatan hewan selalau melaporkan perkembangan terkait kesehatan ternak,” kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian, kabupaten Aceh Besar, Uzir di Aceh besar, Rabu (20/5/2026).
Kabid Peternakan, Uzir saat meninjau dan memantau ternak di Pasar hewan, Sibreh, kabupaten Aceh Besar, menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan atau temuan adanya ternak sapi, kambing dan domba yang terjangkit penyakit menular.
Meskipun demikian, kita setiap hari selalu selalu aktif memantau, termasuk memberikan vaksin dan obat obat kepada hewan ternak. “Sebanyak 23 kecamatan di kabupaten Aceh besar hingga saat ini tidak ada laporan adanya gangguan kesehatan pada hewan, khusus ternak sapi untuk kebutuhan kurban,” ujar Uzinr.
Terkait produksi ternak di Aceh Besar dan kebutuhan untuk kurban, Azir menyatakan Aceh Besar siap menupang kebutuhan ternak untuk daerah tetangga, kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Pulau Sabang, mengingat populasi ternak di daerahini mencapai 80.000 ekor per tahun.
Kalau untuk kebutuhan kurban di Aceh Besar , melebihi atau surplus karena berdasarkan angka populasi ternak mencapai 80.000 ekor, sedangkan ketersediaan ternak untuk kurban Hanya sebanyak 3.500 ekor sapi, domba 600 ekor dan kambing sebanyak 3000 ekor.
“Ini data yang kita himpun dari seluruh kecamatan. Aceh Besar sebagai sentra ternak merupakan daerah penyangga kebutuhan ternak di provinsi Aceh.,” ucapnya.
Sementara pemantauan Aentenews di Pasar Hewan Sibreh pada hari Peukan Ternak, aktivitas jual beli ternak sapi dan kambing serta domba mengalami peningkatan menjelang Idul Adha 1447 Hijriyah.
Hasil pemantauan, harga ternak sapi yang ditawarkan pedagang di pasar induk Hewan Sibreh itu, bervariasi menurut besar dan berat ternak, mulai dari harga Rp13 juta hingga 40 juta per ekor, sedangkan untuk ternak kambing dan domba juga bervariasi menurut berat dan bobotnya, yakni R2.100.000 hingga Rp4 juta per ekor.

Hari Peukan ternak yang berlangsung menjelang Idul Adha, mendapat pengawalan langsung oleh petugas kesehatan hewan dari pemerintah Aceh Besar dan selain di pusat pasar hewan juga sudah tersedia Pos Kesehetan ternak.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai penyakit zoonosis menjelang Idul Adha 1447 Hijriyah yang dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan
Kementan terus memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan kesehatan hewan menjelang Idul Adha guna memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, sehat, dan terbebas dari risiko penularan penyakit.
“Pemerintah memperketat pengawasan penyakit zoonosis dan keamanan pangan asal hewan guna melindungi kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas dan distribusi ternak di berbagai daerah menjelang Idul Adha, kata Kementerian Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam siaran pers Minggu (10/5/2026).
Amran mengatakan langkah ini dilakukan melalui pengawasan kesehatan hewan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternakan, serta edukasi penanganan daging yang aman bagi masyarakat dan panitia kurban.
Menteri Pertanian (Mentan), dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan nasional, khususnya pada periode meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Idul Adha.
“Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan. SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran menambahkan, meningkatnya distribusi hewan ternak antarwilayah harus diantisipasi dengan pengawasan kesehatan hewan yang ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit zoonosis maupun penyakit hewan menular strategis.

Aentenews by Ampelsa.




