Antisipasi demo anarkis, TNI gelar latihan intensif PHH

Foto dok Penrem 011/ Lilawangsa
Lhokseumawe (Aentenews) – Prajurit Kodim 0103/Aceh Utara menggelar latihan intensif Pasukan Huru-Hara (PHH) guna meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menjaga kondusivitas wilayah dari potensi gangguan keamanan dan unjuk rasa demonstran yang bersifat anarkis di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa, Kota Lhokseumawe, Aceh,Selasa (15/9/2026).
Latihan intensif Pasukan Huru-Hara (PHH) itu melibatkan sejumlah prajurit dari seluruh jajaran Koramil dan Pos Ramil di bawah jajaran Kodim 0103/Aceh Utara yang berlangsung selama dua hari, sejak tanggal 15 hingga 16 September 2026.
Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, menjelaskan bahwa maraknya aksi damai akhir-akhir ini memicu urgensi peningkatan kapasitas pengamanan bagi para prajurit. Oleh karena itu, satuan memerlukan penyegaran taktis agar personel selalu siap menghadapi segala perubahan situasi di lapangan.
“Kegiatan simulasi pengamanan mengingat akhir-akhir ini sering terjadi kegiatan aksi damai. Maka dari itu, Kodim 0103/Aceh Utara melaksanakan pelatihan PHH selama dua hari,” ujar Letkol Inf Faisal saat memberikan keterangan di lokasi latihan.
Selain itu, Dandim Faisal menegaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk membentengi satuan maupun personel TNI jika menghadapi tindakan persekusi oleh kelompok massa. Kemampuan ini juga sangat krusial, sehubungan keterkaitan TNI mendapatkan tugas perbantuan untuk mendukung kepolisian mengamankan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.
Selama latihan, jajaran TNI memperagakan skenario realistis berupa ancaman demonstrasi warga yang menuntut penyelesaian sengketa lahan di sekitar area objek vital nasional. Kelompok massa yang tidak puas mulai berkerumun di depan gerbang utama dan mencoba memprovokasi aparat.
Dalam skenario itu petugas jaga menghadapi aksi demonstran dengan beberapa tuntutan, meski sudah memberikan penjelasan kepada pendemo bahwa pimpinan satuan sedang tidak berada di tempat dan meminta massa untuk menyampaikan aspirasi secara tertulis. Namun, massa tersebut tetap memaksa masuk. Mereka mulai bertindak anarkis dan mencoba menerobos barikade petugas.
Melihat situasi yang semakin memanas, petugas jaga kemudian bergerak cepat meminta bantuan tim PHH. Selanjutnya, tim PHH maju menerapkan prosedur penanganan massa secara taktis, membentuk formasi bertahan, hingga akhirnya berhasil membubarkan kerumunan dengan aman tanpa menimbulkan korban jiwa.
Guna mematangkan teknik di lapangan, Kodim 0103 menggandeng Batalyon B Pelopor Brimob Polda Aceh. Pasi Ops Batalyon B Pelopor Brimob Polda Aceh, AKP Tomi Samsudin Siregar, memimpin langsung pemberian materi mulai dari pengenalan alat, teori dasar PHH, hingga aplikasi tindakan taktis.
“Materinya mulai dari pengenalan alat, materi dasar PHH, sampai simulasi dan mengaplikasikan tindakan apabila ada kejadian aksi massa,” kata AKP Tomi Samsudin Siregar.
Tomi menambahkan bahwa sinergi yang solid membuat pelatihan berjalan tanpa kendala berarti. Ia juga berharap agar latihan bersama ini mampu mempertajam insting dan kesiapan prajurit Kodim 0103/Aceh Utara dalam menghadapi situasi darurat secara profesional.
Aentenews by Ampelsa




