HumanioraPidie Jaya

Ulama Pijay ajak masyarakat Aceh jangan provokasi merusak perdamaian 

Foto dok Penrem 011/Lilawangsa

Pidie Jaya (Aentenews) – Ulama Karismatik Aceh, Tgk. H. Anwar Usman yang dikenal dengan sebutan   Abiya Kuta Krueng, mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga perdamaian Aceh dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak tertentu yang dapat mengubah keadaan tidak aman dan nyaman.

Harapan tersebut disampaikannya di hadapan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya dalam kegiatan Apel Kebangsaan Indonesia Damai, di Pidie Jaya, Senin (16/9/2026).

Ulama Abiya Kuta Krueng mengajak semua pihak mempererat kerukunan sebagai kunci utama untuk merawat ketenteraman daerah. Ia menyerukan agar masyarakat agar tidak mudah goyah oleh isu-isu provokatif yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Allah SWT telah memberikan kenikmatan luar biasa berupa 21 tahun perdamaian di tanah Aceh ini. Mari kita lestarikan anugerah ini bersama-sama. Saya sangat berharap masyarakat tidak mudah terpancing dan terprovokasi,” kata Abiya Kuta Krueng.

Ulama Aceh Abiya Kuta Krueng yang juga Ketua Umum Dewan Eksekutif Asosiasi Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), menambahkan bahwa Apel Kebangsaan ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat keutuhan negara.

“Melalui komitmen bersama, masyarakat bisa menikmati kehidupan yang nyaman, aman, serta terhindar dari konflik yang merugikan masa depan daerah maupun generasi muda,” pesan Tgk. H. Anwar Usman.

Berbagai elemen penting turut menghadiri apel besar ini, mulai dari personel TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga para pelajar.

Acara berlangsung khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh secara serentak. Ketua KNPI Pidie Jaya, Marhaban, memimpin pembacaan Deklarasi Damai yang menegaskan komitmen  bersama untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu, mereka juga berikrar setia untuk menjaga simbol negara, melestarikan Bhinneka Tunggal Ika, serta menolak keras tindakan yang merendahkan lambang Negara Republik Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, kebersamaan lintas sektor merupakan fondasi utama untuk membangun daerah. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan komponen masyarakat serta jajaran TNI dan Polri.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, mempertegas dukungan penuh terhadap kondusivitas keamanan di Provinsi Aceh, khususnya Pidie Jaya.

Usai pelaksanaan apel, Brigjen TNI Ali Imran memastikan bahwa situasi keamanan di wilayah Pidie Jaya berada dalam kondisi yang sangat kondusif.Di samping menjaga stabilitas keamanan, hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah Pidie serta Pidie Jaya terjalin erat. 

“Hubungan TNI dengan masyarakat sudah teruji di lapangan. Termasuk saat bencana banjir melanda Pidie Jaya, kita bersama-sama bekerja di garis depan. Hingga saat ini, kami masih fokus membantu pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button