Banjir Aceh Tenggara, tanggul jebol dan badan jalan tertimbun lumpur

Banjir di Aceh Tenggara rendam dua kecaman. Foto dok BPBD Aceh Tenggara.
Aceh Tenggara (Aentenews) – Banjir akibat cuaca ekstrem disertai curah hujan dengan intensitas tinggi merendam tiga desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara pada Kamis (24/9) hingga malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Lokasi yang terdampak banjir di Kecamatan Deleng Pakhkison meliputi desa Paseluk Pesimbe dan desa Lembah Alas, sedangkan di kecamatan Bambel banjir merendam desa Kuning.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Aceh Tenggara dalam laporan Jumat 25/9/2026) menyebutkan banjir akibat curah hujan tinggi berdampak tanggul jebol, badan jalan terendam lumpur dan termasuk sejumlah rumah warga.
“Kondisi hujan tersebut menyebabkan peningkatan debit air Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga yang signifikan,” kata Kepala pelaksana BPBD Aceh Tenggara Mohd Asbi.
Dikatakannya, meningkatnya debit dan tekanan arus sungai mengakibatkan tanggul Sungai Lawe Kisam jebol di wilayah Desa Peseluk Pesimbe dan kemudian meluap merendam permukiman dan lahan pertanian di sekitar lokasi kejadian.
Banjir luapan sungai di Desa Kuning 1 yang membawa lumpur dan kayu sehingga jalan nasional tidak bisa di lalui kendaraan roda dua dan roda empat sehingga terjadi kemacetan sepanjang dua kilometer.
Di lokasi jembatan Kuning 1 tersebut, banjir meluap ke badan jalan serta membawa lumpur dan kayu setinggi 35 cm hingga 45 cm. Akses transportasi lumpuh karena badan jalan terendam lumpur dan kayu hanyut.
Hingga saat ini TIM BPBD Aceh Tenggara masih melakukan pendataan di lapangan, terkait kerusakan rumah dan fasilitas lainnya yang terdampak banjir. Laporan sementara tidak ada pengungsi dan korban jiwa dalam bencana alam banjir di dua kecamatan tersebut.
Upaya yang dilakukan, BPBD Aceh Tenggara sudah bergerak dan mengerahkan personil TIM Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian banjir dan selain mengerahkan satu unit excavator ke desa Peseluk Pasimbe, kecamatan Deleng Pokhkison untuk menuntup tanggul yang jebol.
”Hingga saa ini petugas masih bekerja di lapangan penanganan tanggul sungai yang jebol dan membesihkan badan jalan dan rumah warga dari lumpur serta mendata jumlah warga terdampak banjir,” katanya.
Aentenews by Ampelsa




