Belajar dari Singapura Aceh Utara terapkan konsep tata kota di huntap

Belajar dari Singapura ;Foto Dok Diskominfosa Aceh Utara
Aceh Utara (Aentenews)– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyiapkan tindak lanjut hasil pelatihan Urban Planning and Sustainability di Singapura yang salah satunya menerapkan konsep perencanaan tata kota berkelanjutan di kawasan hunian tetap (huntap) Kecamatan Sawang.
Pelatihan yang berlangsung pada 3-7 Agustus 2026 tersebut menjadi sarana bagi peserta dari Aceh untuk mempelajari tata kelola perkotaan, pelayanan publik, serta perencanaan pembangunan berkelanjutan yang diterapkan Pemerintah Singapura.
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, Fauzan, mewakili Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, mengatakan pengalaman dari Singapura memberikan perspektif penting mengenai perencanaan pembangunan jangka panjang.
“Yang kita pelajari di Singapura memberikan banyak perspektif tentang pentingnya perencanaan yang terintegrasi, konsisten, dan berorientasi jangka panjang. Tentunya pengalaman tersebut perlu kita adaptasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Aceh Utara,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, Pemerintah Singapura menunjukkan bagaimana keterbatasan wilayah dan berbagai tantangan geografis dapat dihadapi melalui perencanaan yang matang dan konsisten.
Singapura, kata dia, mengembangkan tata kelola perkotaan dengan dukungan berbagai fasilitas publik, mulai dari pendidikan, perumahan, infrastruktur hingga pelayanan masyarakat.
“Yang menjadi pembelajaran penting adalah bagaimana perencanaan jangka panjang benar-benar dijalankan secara konsisten. Setiap pembangunan dipersiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang,” jelasnya.
Salah satu prinsip yang dipelajari dalam pelatihan tersebut sejalan dengan pemikiran mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew. “If there was one formula for our success, it was that we were constantly studying how to make things work, or how to make them work better.”
Fauzan mengatakan prinsip tersebut menunjukkan pentingnya budaya belajar dan evaluasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pemerintahan dan pembangunan.
Dalam rangkaian pelatihan, peserta dari Aceh juga berdiskusi dengan Kepala BPSDM Aceh Marthunis, Tenaga Ahli Bappeda Aceh Ir. T.A. Dadek, serta peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Aceh.



