Banda Aceh (Aentenews) – Tingginya animo warga luar Aceh berwisata ke Kota Banda Aceh dan Sabang, Pulau Weh, pada liburan panjang sekolah tahun 2026 itu menyebabkan pemilik penginapan kewalahan menampung permintaan dalam sepekan terakhir.
Ariful Mufti, pemilik Mawar Homesty di Gampong Ateuk Jawo Kota Banda Aceh, Sabtu, mengaku tingginya permintaan selama sepekan terakhir atau liburan panjang sekolah.
“Karena penginapan saya yang terbatas, maka terpaksa pelanggan kami alihkan ke homesty lain yang berdekatan dengan usaha saya. Rata-rata tamu adalah keluarga, mereka asal berbagai daerah di Provinsi Sumatera Utara,” kata dia.
Para tamu, kata dia, lebih nyaman menginap di homesty karena bisa menampung belasan orang untuk satu keluarga, selain tersedia dapur dan fasilitas lainnya.
Leli, pemilik penginapan lainnya di Gampong Ateuk Munjeng, Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh, juga mengaku hampir setiap hari pengipannya penuh tamu dari luar Aceh yang memanfaatkan liburan panjang sekolah.
Wisatawan domestik luar Aceh itu menginap satu atau dua hari di Banda Aceh, melepaskan lelah setelah menempuh perjalanan panjang lewat darat dari Sumut ke Aceh yang selanjutnya berwisata ke Sabang.
“Ada diantara mereka yang khusus beristirahat semalam, dan esoknya langsung ke Sabang. Mereka satu keluarga,” kata pemilik Abeng Homestay.
Wisatawan asal Labuhan Batu Utara (Labura), Drh Azhari, mengaku nyaman berlibur di Aceh dengan memboyong anggota keluarganya. “Kami sedang di Aceh, situasinya nyaman. Tidak ada rasa khawatir. Makannya murah. Jarang terdengar klakson kendaraan di jalan,” katanya menambahkan.//Redaksi.





https://shorturl.fm/tjFqE