Dekranasda Aceh Besar Dorong Regenerasi Perajin Rencong

Kota Jantho (Aentenews) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar terus mendorong regenerasi perajin rencong, karena tanpa adanya generasi penerus dikuatirkan warisan budaya itu akan hilang seiring dengan perjalanan waktu.
Ketua Dekranasda Aceh Besar, Rita Mayasari dalam kunjungannya di sentra usaha kerajinan rencong Desa Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Kamis (30/04/2026), menyatakan Rencong sebagai senjata tradisional yang tercatat dalam benda bersejarah itu perlu dilestarikan dengan mempersiapkan regenarasinya.
Ia mengatakan, Rencong Aceh memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat serta kini berkembang sebagai suvenir khas yang diminati wisatawan. Aceh dikenal sebagai “Tanoh Rencong”. Pemkab Aceh Besar telah mencatatkan rencong sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kategori Ekspresi Budaya Tradisional di Kementerian Hukum RI, sehingga memiliki perlindungan hukum dan tidak bisa diklaim pihak lain.
Di Desa Baet Mesjid, kerajinan rencong masih bertahan melalui usaha pabrik rumahan yang dijalankan secara turun-temurun. Keterampilan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Rita Mayasari menekankan pentingnya mempersiapkan regenerasi perajin rencong agar usaha pembuatan rencong tetap lestari. Ia mengingatkan perlu penerus warisan budaya tersebut agar tidak hilang seiring waktu.
“Usaha kerajinan rencong ini bukan hanya soal mencari penghasilan, tapi juga menjaga identitas dan warisan budaya Aceh. Kami berharap para pengrajin bisa menyiapkan generasi penerus supaya tradisi ini tetap hidup dan tidak hilang,” ujarnya.
Rita Mayasari yang juga istri Bupati Aceh Besar juga mengajak para pengrajin untuk terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar tradisi yang menjadi kekuatan utama rencong.
“Rencong tetap diminati di tengah perkembangan pasar saat ini. “Kita boleh mengikuti tren, tapi jangan sampai ciri khas rencong sebagai budaya Aceh ikut berubah,” tambah Rita.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar, Nurul Fazli, Wakil Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar Nurbaiti, serta Sekretaris Dekranasda Aceh Besar Enni Zusniati.
Aentenews by Ampelsa.




