Kepala BNPB Kembali Hadir di Aceh Tamiang, Minta Huntara Rampung Dalam Lima Hari

Aceh Tamiang (Aentenews)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kembali menginjakkan kaki di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh untuk melihat progres pembangunan hunian sementara (huntara).
“Saya minta pengembang segera menyelesaikan sejumlah kekurangan dengan target huntara rampung dalam lima hari ke depan agar secepatnya ditempati warga, “ tegas Suharyanto saat meninjau kondisi unit huntara secara menyeluruh di Aceh Tamiang.
Lokasi yang pertama didatangi adalah huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Setibanya di sana, Kepala BNPB disambut hangat oleh warga, termasuk anak-anak, dalam suasana akrab. Ia berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap kebutuhan yang masih diperlukan di lokasi.
Menurut Suharyanto, huntara tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak yang sebelumnya tinggal di rumah sewa yang rusak akibat banjir. Karena tidak memiliki rumah dengan status kepemilikan, kelompok ini tidak memperoleh Dana Tunggu Hunian (DTH).
“Dulunya masyarakat di sini tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau ke mana. DTH pun mereka tidak dapat, sehingga BNPB mengambil langkah inisiatif membangun huntara untuk mereka,” jelas Kepala BNPB.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat terdampak, khususnya bagi kelompok rentan yang tidak memiliki rumah sendiri.
“Ini salah satu trobosan bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah bisa memecahkan masalah, terhadap masyarakat yang terdampak bencana dan sebelumnya mereka tidak punya rumah atau sewa,” kata Suharyanto.
Selain melihat perkembangan pembangunan huntara, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga serta bingkisan untuk anak-anak guna membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak. Di lokasi tersebut, Suharyanto kembali berdialog dengan warga untuk mendengar aspirasi sekaligus memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemerintah melalui BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak hingga proses pemulihan berjalan optimal. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat segera bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Aentenews by Ampelsa.




