Ketika anak-anak “istimewa” dalam pelukan isteri Gubernur Aceh

Ditengah hiruk pikuk suara terompet dan drum band serta sorak sorainya penonton yang berjejer di pinggir jalan, seakan-akan terhenti ketika melintas salah satu regu barisan pelajar peserta pawai 17 agustus, di depan Pendopo gubenuran, Peuniti Banda Aceh.
Matahari terik dengan suhu udara menyengat seakan berganti dengan suasana sejuk, saat seorang perempuan yang tak lain isteri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir Manaf tiba-tiba turun dari panggung kehormatan depan Meuligo Gubernur Aceh menuju barisan SLB CD YPAC Banda Aceh.
Wanita paruh baya berjilbab merah dan berbalut jaket “merah putih” itu pun tak dapat menyembunyikan rasa harunya, sambil mendekap penuh kasih sayang anak “istimewa” yang penampilan mereka tak kalah dengan pelajar normal lainnya sebagai peserta pawai menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI itu pada Senin (18/8).
Dengan sifat keibuannya, wanita yang akrab disapa Kak Na yang didampingi Ketua Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, menyapa penuh kasih sambil berfoto dengan anak-anak brigade “istimewa” di siang hari itu.
Tersirat dalam pelukan hangat isteri gubernur, anak berkebutuhan khusus itu merasa diterima dan dicintai tanpa syarat. Pelukan Kak Na, itu bukan sekedar gerakan fisik, tapi juga simbol kasih sayang dan dukungan yang tulus.
Sikap turun dari panggung dan berfoto bersama itu juga menunjukkan bahwa setiap anak tanpa memandang kemampuan atau keterbatasan, berhak mendapatkan cinta dan perhatian yang sama.
Syakira, salah satu bocah istimewa kelas 10 langsung menyambut dengan senyum ramah, tanpa suara. Tawanya mengembang ramah, tanpa aba-aba, Syakira langsung memeluk hangat first lady Aceh itu.
Kak Na pun langsung membalas pelukan hangat Syakira, matanya berkaca-kaca, senyumnya mengembang. Pelukan hangat itu seolah-olah mengatakan. “Kamu tidak sendirian, kami ada di sini untuk mu.”
Tak ingin kehilangan momen haru tersebut, para juru poto langsung mengabadikan suasana hangat di tengah ribuan mata warga yang memadati jalanan di depan Meuligoe Gubernur Aceh.
Syakira tampil sangat luar biasa hari ini. Dengan gaun putih, biru muda dan merah muda berbahan dasar tali rapia. Sebuah mahkota yang menghiasi kepalanya pun semakin membuatnya lebuh cantik dan mempesona.
“Luar biasa, semangat anak-anak istimewa Aceh, dengan segala kelebihan dan kekurangan, mereka tetap unjuk kreasi turut memeriahkan HUT RI. Apresiasi kami untuk para siswa istimewa dan seluruh sisa serta sekolah dan semua pihak yang telah turut memeriahkan dan menyukseskan kegiatan ini,” ujar Kak Na usai kegiatan.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung meriah dengan gelaran Pawai Kemerdekaan.
Seluruh sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA turut memeriahkan Pawai Kemerdekaan. Masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya pun turut menyaksikan kemeriahan parah kemerdekaan tahun ini.
Antusiasme warga terlihat sejak pukul 7.30 WIB, ribuan masyarakat tumpah-ruah di sisi jalan yang dilalui para siswa peserta pawai kemerdekaan.
Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, rute pawai tahun ini berubah. Para peserta memulai start di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, melintasi jalan Sultan Malikul Saleh, menuju Jalan Hasan Saleh, melintasi Meuligoe Gubernur dan Masjid Raya Baiturrahman dan finish di Taman Sari.
Turut menyambut para peserta pawai di panggung kehormatan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo, Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ayi Supriatna, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh T Mirzuan serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat.
Azhari




