Korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh bertambah
Banda Aceh (Aentenews) – Korban bencana banjir dan longsor hingga Senin (1/12) siang terus bertambah, dan data sementara tercatat 156 meninggal dunia serta korban luka mencapai 1.838 jiwa.
Bencana melanda 18 kabupaten/kota di Aceh beberapa waktu lalu. Musibah ini menyebabkan 955.322 jiwa atau 214.940 kepala keluarga (KK) terdampak bencana banjir dan tanah longsor di 19 dari 23 kabupaten dan kota di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.
“Dari data sementara, korban luka ringan berjumlah 1.435 orang, luka berat 403 orang, meninggal dunia 156 orang, dan 181 orang masih dinyatakan hilang,” kata Jubir Posko Komando Kantor Gubernur Aceh, Murthalamuddin, Senin.
Berdasarkan data di Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, jumlah pengungsi hingga hari ini 478.847 jiwa yang tersebar . di 828 titik pengungsian di seluruh wilayah terdampak.
Selain korban jiwa, musibah itu juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum yaitu, 138 unit perkantoran, 50 unit tempat ibadah, 161 unit sekolah, 4 unit pondok pesantren. Sementara kerusakan infrastruktur antara lain 295 titik jalan dan 146 unit jembatan.
Kerugian harta benda masyarakat turut dilaporkan, mulai dari 71.385 unit rumah, 182 ekor ternak, hingga lahan pertanian seperti 139.444 hektare sawah dan 12.012 hektare kebun.
Murthalamuddin mengatakan data per kabupaten/kota dapat diakses melalui Portal Satu Data Aceh serta tautan laporan yang dibagikan Posko. Pembaruan data dilakukan secara berkala di Ruang Potda 1 Lantai 3 Kantor Gubernur Aceh, pusat operasional posko penanggulangan bencana.
“Data ini bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya.// Redaksi.




