AcehEkonomi

Menko Pangan dalam dialog Rembuk Tani di Aceh,  tanyakan stok pupuk dan harga gabah

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan( tengah) berbincang dengan anggota kelompok tani saat Rembuk Tani di Aceh Besar, Sabtu (13/6/2025). Aentenews Foto/Ampelsa.

Aceh Besar (Aentenews) – Menteri Koordinator  (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menggelar Rembuk Tani Mewujudkan Swasembada Pangan Indonesia dengan ratusan kelompok tani terkait ketersediaan dan kebutuhan pupuk subsidi bagi petani  Aceh di desa Blang Bintang, kabupaten Aceh Besar, Sabtu (13/6/2026).

Dalam kegiatan Rembuk Tani yang dihadiri sekitar 300 kelompok tani di daerah itu, Menko Zulkfli Hasan berdialong  langsung dengan petani menanyakan kebutuhan pupuk subsidi untuk peningkatan produksi komoditas pertanian dalam  mempertahankan ketahanan pangan nasional.

“Sekarang saya tanya, pupuk lancar enggak?  Harga bagaimana dapat diskon enggak” tanya Menko Zulkifli Hasan  yang langsung dijawab serentak oleh petani bahwa  kebutuhan pupuk cukup dan lancar.

Seusai melakukan tanya jawab dengan petani, Menko Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah menjamin dan pastikan ketersediaan pupuk Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan petani karena stoknya dalam kondisi aman. 

Hingga sampai 9 Juni 2026, penyaluran Pupuk Indonesia untuk petani mencapai Rp4,3 juta ton dari  alokasi nasional tahun 2026 sebesar 9,8 juta ton atau sudah terealisasi sekitar Rp44 persen. Dari angka alokasi nasional 9,8 juta ton tersebut , sebanyak  Rp9,5 juta ton di antaranya untuk kebutuhan pupuk subsidi petani.

Sedangkan untuk kebutuhan pupuk di Aceh, realisasinya hingga Juni 2026 sudah mencapai 92.525 ton yang terdiri dari berbagai jenis pupuk.

Lebih lanjut Menko Zulkifli hasan menjelaskan, jika pupuknya lancar, produksi hasil pertanian juga naik dan yang senang tentunya petani. “Tahun 2024 pemerintah mengimpor 4,5 juta ton beras dan tahun 2025 Indonesia 0 impor. Kita saat ini surplus  4,2 juta ton karena produksi petani-petani Indonesia Hebat,” jelasnya.

“Artinya apa, yang senang petani petani Indonesia, yang susah petani luar negeri karena Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Ayo kita berterima kasih pada pemerintah, presiden  yang telah melakukan kebijakan pangan, “ kata Menko Zulkifli Hasan.

 Ia mengatakan, kebijakan pangan, beras, jagung aman . Soal makan, biar ada perang di mana-mana, beras aman dan cukup, ikan cukup, telur cukup. Di mana mana harga pangan itu naik, tapi di negeri kita  harga turun.

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan( tengah) berbincang dengan anggota kelompok tani saat Rembuk Tani di Aceh Besar, Sabtu (13/6/2025). Aentenews Foto/Ampelsa.

“Tahun ini pemerintah akan bangun besar besaran, ada kampung nelayan, protein ikan tercukupi dan juga protein telur. Ada enam perusahaan usaha ayam petelur dan ayam pedaging yang dibangun dalam pemenuhan protein anak anak Indonesia,” katanya Menko.

Selain berdialog tentang kebutuhan dan stok pupuk , Zulkifli Hasan juga menerima laporan dari petani terkait harga gabah yang berlaku di pasaran. Dalam dialog langsung itu, petani melaporkan bahwa harga gabah tahun ini berada pada posisi Rp7.000 per kilogram dan kondisi harga itu sudah berlangsung sejak tahun 2025.

“Alhamdulillah, petani senang, karena harga gabah Rp7.000 per kilogram diatas HPP pemerintah, pupuk cukup dan terpenuhi. Pendek kata pertanian saat ini sangat menguntungkan,” demikian kata Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button