Tak Berkategori

Bantuan nutrisi penyembuhan pasien TBC di Aceh Besar

Aceh Besar (Aentenews) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Kesehatan menyerahkan Paket Makanan Tambahan (PMT) sebagai dukungan nutrisi  dalam proses penyembuhan pasien terapi yang menjalani Pengobatan Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Kota Jantho, Selasa (28/07/2026).

Penyerahan PMT dukungan Bank Aceh Syariah secara simbolis oleh Asisten III Sekdakab Aceh Besar Abdullah, sebagai bentuk dukungan nutrisi bagi kesembuhan pasien, sekaligus menekan angka putus obat pada penderita TBC.

 “Bantuan yang diserahkan berupa paket nutrisi tinggi protein. Tujuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien selama menjalani masa pengobatan TBC,” ujar Abdullah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar,  Ns. Rina Karmila, menyampaikan bahwa penanganan TBC selain patuh mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) sesuai jadwal, pasien juga perlu menjaga pola makan bergizi seimbang dengan asupan protein yang cukup agar proses pemulihan berlangsung lebih optimal.

“Pemenuhan gizi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan dan pemulihan pasien TBC. Pasien dengan status gizi yang baik akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, serta meningkatkan efektivitas pengobatan dan sebaliknya, pasien dengan status gizi buruk lebih rentan mengalami komplikasi, pengobatan tidak tuntas, bahkan meningkatkan risiko kematian.,” ujarnya.

Ia mengakui masih terdapat bahwa stigma masyarakat terhadap TBC menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, dukungan moril dan bantuan logistik seperti PMT diharapkan dapat membuat para pasien merasa diperhatikan dan tidak sendirian dalam berjuang melawan penyakit.

Program penyerahan makanan tambahan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan kepedulian berbagai pihak dalam mendukung target nasional Eliminasi TBC 2030.

Secara berkala, kader kesehatan di setiap desa juga dikerahkan untuk mendampingi pasien sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO), melakukan pemantauan gizi dan perkembangan kesehatan pasien secara langsung.

“Berikan edukasi kepada keluarga pasien mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pentingnya ventilasi rumah yang baik. Pemerintah Daerah juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu, demam, serta penurunan berat badan secara drastis untuk segera memeriksakan diri di Puskesmas terdekat,” demikian kata Rina Karmila.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2024 tercatat sebanyak  12.485 kasus TBC di provinsi Aceh, 418 kasus di antaranya terdapat  di kabapten Aceh Besar.

Aentenews bu Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button