Pascabencana Banjir, TNI Bangun Jembatan Perintis Di Pedalaman Aceh Tengah
Aceh Tengah (Aentenews) – Kodim 0106/Aceh Tengah, membangun Jembatan Perintis untuk membuka akses masyarakat pascabencana di wilayah pedalaman Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, Sabtu (18/4/2026) mengatakan progres pembangunan jembatan perintis hingga saat ini, sudah memasuki pekerjaan fisik.
Pada tahap awal ini, sejumlah pekerjaan krusial telah rampung dan begitu juga pemasangan tali poros jembatan mencapai 100 persen. Sementara, penggalian lubang pondasi untuk abutmen A1 dan B1 memasuki tahap pengecoran lantai pondasi.
Proyek strategis yang digagas oleh TNI ini bertujuan untuk membuka isolasi akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil.
“Pembangunan ini bukan sekadar membuka jalan, tetapi merupakan upaya nyata TNI dalam memperkuat konektivitas antar wilayah dan meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di desa Reje Payung dan desa Jamat yang dihuni lebih dari 700 jiwa,” ujar Raden Herman Sasmita.
Progres pembangunan jembatan terus dipercepat , mulai dari tahap pembangunan pondasi dan tahap berikutnya pengecoran abutmen secara menyeluruh, pemasangan pylon, serta perakitan rangka jembatan.
”Jembatan Perintis Garuda ini dirancang dengan panjang 110 meter dan lebar 1,2 meter, dengan kapasitas tonase maksimal 1 ton. Jembatan ini membentang di atas sungai selebar 90 meter yang memiliki karakteristik debit air fluktuatif,” katanya.
Letkol Raden menjelaskan, proyek ini merupakan hasil kolaborasi solid antara personel gabungan yang terdiri dari 5 Anggota Koramil 05/Linge, 25 Personel Yon TP 854/DK, 1 Personel asistensi Zidam Iskandar Muda, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat dan tenaga ahli.
“Meski cuaca kurang mendung pada sore hari, situasi pengerjaan dilaporkan tetap aman dan kondusif. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi permanen atas keterbatasan akses yang selama ini menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Linge,”
Aentenews by Ampelsa.




