Tak Berkategori

Perajin Tahu dan Tempe menanti realisasi stimulus ekonomi tahap-II 2026

Banda Aceh (Aentenews) – Perajin Tahu dan Tempe  di provinsi Aceh menyambut positif terkait kebijakkan pemerintah menggelontorkan kebijakan Stimulus Ekonomi Tahap-II tahun 2026 dengan total anggaran senilai Rp26,34 triliun dalam upaya mejaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Bagi kami kebijakan stimulus ekonomi itu merupakan angin segar  dalam berusaha, terutama bagi pelaku usaha perajin tahu dan tempe , “ kata pengusaha industri tahu Maulizar di Banda Aceh, Rabu (24/6/2026).

Maulizar yang pernah menjadi Sekretaris Asosiasi Perajin Tahu dan Tempa di daerah itu, mengaku selalu memantau perkembangan harga kacang kedelai impor yang selama ini cenderung naik, berharap kebijakan stimulus ekonomi merupakan “Angin Segar” yang dapat mendongkrak peningkatan usaha industri tempe dan tahu di daerah.

“Alhamdulillah, kalau memang seperti itu pemerintah memberikan stimulus untuk harga kacang kedelai, kami tentu sangat terbantu dan usaha kami berjalan lancar. Namun, hingga saat ini belum mendapat info kapan realisasinya,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggulirkan kebijakan stimulus ekonomi  Semester-II tahun 2026 untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan total anggaran senilai Rp26,34 triliun.

Kondisi perekonomian global masih menghadapi dinamika dan ketidakpastian yang cukup tinggi. Dalam menghadapi situasi tersebut, pemerintah mengambil langkah-langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. 

Terdapat 8 kebijakan dalam Stimulus Ekonomi Q2 dan Semester II-2026, salah satunya termasuk bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) Kedelai. Pemerintah memberikan bantuan kepada pengrajin tahu dan tempe paling tinggi sebesar Rp2.000/kg untuk total kuota 250.000 ton pada tahap pertama ini, untuk daerah yang harga kedelainya di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).

Sementara, pengusaha industri tahu dan tempe di Aceh Besar, Basri Udin, menyatakan menyambut gembira atas kebijakan stimulus ekonomi tahap-II yang juga memberikan bantuan sebesar Rp2.000 per kilogram untuk harga kedelai yang harganya di atas HAP.

Terkait harga kacang kedelai impor, pelaku usaha Tahu dan Tempe mengaku  hingga  saat ini harga kacang kedelai tinggi 11.160 per kilogram dari harga sebelumnya Rp9.600 dan Rp9.800 per kilogram.

Harga kacang kedelai impor  di Aceh termasuk lebih tinggi dan tidak sama dibanding dengan harga kacang kedelai di provinsi lain, karena provisi Aceh yang letaknya berada di ujung pulau Sumatera membutuhkan biaya tambahan transportasi . Kebutuhan kacang kedelai impor di Aceh didatangkan dari Medan (Sumut).

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button