Segini target pertumbuhan ekonomi Aceh Barat pada 2026
Meulaboh (Aentenews) – Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat Said Fadheil menyebutkan pemerintahannya menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah itu sebesar 5,10 hingga 6,00 persen pada 2026.
Selain pertumbuhan ekonomi, Pemkab Aceh Aceh juga bertekad untuk menurunkan atau menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hingga 5,00 sampai5,30 persen pada tahun depan (2026), katanya saat menghadiri menghadiri pembukaan Rapat Paripurna ke-VIII Masa Sidang ke-III DPRK Aceh Barat di Meulaboh, Selasa.
Rapat itu bertujuan dalam rangka pembahasan dan penetapan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2026,.
,Wabub Aceh Barat juga menyebutkan Indeks Gini berada di kisaran 0,220–0,230, sebagai upaya pemerataan pendapatan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 76,17–76,90, Tingkat kemiskinan diharapkan turun ke sekitar 15 persen, Laju inflasi dijaga stabil pada 2,5–3,5 persen.
Said menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan tahun depan difokuskan pada peningkatan produktivitas di berbagai sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi rakyat.
“Kami optimistis dengan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRK, arah pembangunan 2026 dapat berjalan efektif, berkeadilan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat Aceh Barat,” ujar Said Fadheil.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyerahkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) kepada DPRK, yang kemudian mendapat respons positif sebagai pedoman dalam penyusunan APBK Aceh Barat Tahun 2026.
Said menyampaikan proyeksi keuangan Pendapatan Daerah sebesar Rp1.319.521.132.468, Belanja Daerah diproyeksikan sebesar Rp1.381.095.435.980, Pembiayaan Daerah sebesar Rp61.574.303.512
Said menjelaskan, asumsi dasar pembangunan tersebut diarahkan pada penguatan sektor-sektor produktif yang mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), menciptakan lapangan kerja, serta menurunkan tingkat kemiskinan.
Pewarta Aceh Barat/Nagan Raya : RIO




