Sekolah di Pijay berlanjut ditengah lumpur

Pidie Jaya (Aentenews) – Proses Kegiatan Belabor Mengajar (KBM) pada Hari pertama masuk sekolah di SMA 2 Meuredu, kabupaten Pidie Jaya yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor berlangsung dalam suansana sekolah masih berlumpur.
Akses jalan yang berlumpur juga menjadi kendala bagi siswa yang hendak menuju ke lokasi tenda darurat bantuan Kemendikdasmen sebagai fasilitas tempót belajar sementara yang di sediakan pemerintah.
Kepala sekolah SMA Negeri 2 Meuredu Muhammad Diah mengatakan, meski kondisi fasilitas KBM sangat sederhana dan terkendalan dengan akses jalan berlumpur, pihaknya tetap tidak memaksa siswa untuk hadir .
Selain itu, katanya, perlengkapan siswa seperti pakaian segaram sekolah dan alat tulis sepatu juga bellum tersedia dan rumah mereka juga terdampak bencana banjir.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah terdampak banjir bandang kembali aktif mulai Senin (5/1/2026).
“Sekolah tetap memberikan informasi terkait KBM dan siswa yang hair pada Hari pertama masuk sekolah meski jumlah sedikit jumlahnya,” kata Muhammad Diah.
Kegiatan Belabor Mengajar pada Hari pertama di SMA 2 Mereudu, diawali dengan upacara dan pengarahan dari perwakilan sekolah untuk memberikan semagat belajar kepada siswa.
“Mari bang kit semangat, semngat, semangat. Kita memang dalam kondisi bencana, tapi kita haru sekolah dan bangkit Bergama,” kata Muhammad Diah.
Selain Kegiatan Belajar Mengajar di SMA 2, kondisi hari pertama sekolah juga Berlangsung di SMP 2 Meuredu.
Di SMP 2 Meredu yang berdampingan dengan SMA 2 itu, hanya dihadiri tiga siswa yang direncanakan memulai kegiatan belajar di tenda bantuan Kemendikdasmen.
Tiga murid SMP 2 yang sudah datang pada hari pertama ke sekolah untuk mengikuti ,kegiatan belajar mengajar berakhir batal, karena para guru mereke tidak hadir.
Hingga menjelang pukul 10.00 WIB, tiga murid SMP 2 yang sudah swap mengikuti kegiatan belajar mengajar akhir pulang kerumahnya. Tidak ada yang mengetahui penyabab guru tidak hadir di sekolah itu, termasuk murid muridnya.

Machsalmina , salah seorang murid SMP 2 yang hadi bersama dua temannya, mengaku tidak mengetahui ketidakhadiran gurunya pada hari pertama sekolah.
Tenda belajar sudah tersedia di SMP 2 itu, tiga murid yang datang kesekolah bertalan kaki dan melintasi jalan desa berlumpur, alhier pulang ke rumahnya masing masing.
Sementara, suasana lain juga berlangsung pada hari pertama KBM di MIN 2 Mereudu, sejumlah siswa yang adir tanpa pakaian seragam sekolah mendapat sambutan hangat dari guru mereka. Kegiatan hari pertama sekolah di MIN 2 dimeriahkan dengan pembagian buku dan alat tulis serta makanan ringan.//Ampelsa.




