Seribuan Hektare Tanaman Padi Terancam Puso di Aceh Besar
Banda Aceh (Aentenews) – Seribuan hektare tanaman padi berumur satu hingga dua bulan yang tersebar di sejumlah wilayah di kabupaten Aceh Besar terancam gagal panen atau puso dampak kemarau.
Permantauan di desa Lamsie, kecamatan Kuta Cot Gle, kabupaten Aceh Besar, Rabu (4/2/2026), lahan sawah yang ditanami padi dalam kondisi retak retak karena kekeringan dampak kemarau yang sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.
Bahkan, beberapa hektare tanaman padi milik petani di daerah sudah mulai mengering berwarna kemerahan terancam mati.
Kepala Desa Kuta Cot Gle di kabupaten Aceh Besa, Mudasir membenarkan di daerahnya terdapat sekitar 60 hektare tanaman padi terancam gagal panen akibat kekeringan, belum termasuk di desa tetangga kecamatan Seulimum yang luas lahan padi terdampak kemarau mencapai ratusan hektare.
Ia mengatakan, tanaman padi yang mengalami kekeringan itu merupakan sawah tadah hujan. Waduk sebagai penampung air yang diandalkan petani untuk mengairi lahan sawah juga mengering akibat kemarau.
Terdapat sekitar seribuan hektare lahan sawah yang ditanami padi pada musim tanam tahun 2025 di Aceh Besar itu terancam puso. Selain di kecamatan Kuta Cot Glee, juga kondisi yang sama terjadi di kecamatan Seulimum dan kecamatan Jantho serta beberapa desa lainnya di kabupaten Aceh Besar.
Sementara, beberapa petani yang lahan sawahnya berada dekat aliran Sungai di desa itu menggunakan mesin pompa mendistribusikan air ke lahan sawah untuk mengatisipasi tanaman padi terdampak kekeringan.
Menggunakan mesin pompa untuk mendistribusikan air ke lahan sawah menambah biaya produksi, karena dalam satu hari petani harus mengeluarkan biaya sekitar Rp100.000 untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk pompa air.
“Kami di desa ini harus mengeluarkan biaya membeli BBM non subsidi hingga Rp100.000 per hari untuk bahan bakar mesin pompa air,” kata Hendrik, petani di desa Kuta Cot Glee.
Muhammad Jabar, petani di desa Wue, kecamatan Jantho, kabupaten Aceh Besar juga menyatakan lahan sawahnya yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.
Petani mengharapkan, pemerintah membantu mengatasi masalah kekeringan lahan sawah di daerah Aceh Besar melalui sistem pompanisasi atau embung.
Tanaman padi terancam puso akibat lahan sawah kekeringan dan sawah rusak pascabanjir banjir bandang pada November 2025 seluas 89.582 hektare di provinsi Aceh, diprediksi berpotensi terjadi penurunan produksi padi pada musim panen Januari-Maret tahun 2026.
Aentenews by Ampelsa.




