PendidikanSabang

Simak pesan Abu Mudi dihadapan lulusan STIS Al-Aziziyah Sabang

Sabang (Aentenews) – Abu Syaikh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi, mengatakan pendidikan Islam bukan sekadar upaya mencetak sarjana, tetapi merupakan ikhtiar membangun manusia yang berilmu, beriman, dan berakhlak.

“Momentum wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu dan memberi manfaat bagi masyarakat, ” kata Abu Mudi yang juga pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah di Sabang pada 16 September 2026.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan III STIS Al-Aziziyah Sabang, yang dirangkaikan dengan peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang. Sebanyak 54 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam.

“Wisuda bukan akhir dari belajar, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah sarjana yang bermanfaat, berintegritas, memiliki kompetensi, dan tetap beriman serta beradab,” ujar Abu Mudi.

Abu Mudi menilai keberadaan STIS Al-Aziziyah bersama Dayah Raudhatul Muna memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan Islam di Sabang. Ia berharap keduanya dapat tumbuh bersama, dengan perguruan tinggi memperkuat kemampuan akademik dan dayah membentuk ilmu agama, adab, serta karakter generasi muda.

Ia juga mengajak pemerintah, ulama, akademisi, masyarakat, dan alumni untuk bersama-sama mendukung pengembangan STIS Al-Aziziyah agar terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi Sabang, Aceh, dan Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam  menyambut baik peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang.

Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda Sabang, sekaligus memperkuat pembinaan ilmu dan agama di daerah. Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan diri setelah menyandang gelar sarjana.

“Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah berinovasi dan manfaatkan peluang yang ada di Sabang. Yang paling penting, jangan lupa doa orang tua dan guru, karena keberhasilan kita tidak terlepas dari doa dan bakti kepada mereka,” kata Zulkifli. //Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button