Truk TNI kecelakaan dalam tugas kemanusiaan di Aceh

Prajurit TNI AD membawa peti jenazah Danki Yonzipur 16/DA, Kapten Czi Muhammad Syaugi Ichwanto yang gugur dalam kecelakaan lalu lintas saat melaksanakan tugas kemanusiaan pemulihan daerah terdampak bencana di kabupaten Bener Meriah, Rabu (21/1/2026. Foto Penerangan Korem 011 Lilawangsa Lhokseumawe.
Banda Aceh (Aentenews) – Truk TNI membawa sejumlah personil Yonzipur 16/DA dilaporkan mengelami kecelakan lalu lintas dalam perjalanan dari Kabupaten Bener Meriah menuju Banda Aceh dalam tugas pemulihan bencana di Aceh.
Dansub Satgas bencana, Kolonel Inf Ali Imran membenarkan kejadian tersebut. Kecelakaan lalu lintas truk NPS membawa sejumlah personel TNI Yonzipur 16/Dhika Anoraga melaksanakan tugas kemanusiaan pemulihan bencana di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Ia mengatakan, kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 00.20 WIB di KM 22 jalan Bireuen Takengon, tepatnya wilayah Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu (21/1/2026).
“Dalam persitiwa ini, selain sejumlah prajurit luka-luka, satu orang di antaranya, Danki Yonzipur 16/DA, Kapten Czi Muhammad Syaugi Ichwanto meninggal dunia dalam tugas kemanusiaan,” katanya.
Korban kecelakaan sempat dibawa ke RSUD dr Fauziah Bireuen menggunakan mobil ambulance Yonif 113/JS. Atas peristiwa ini, terdapat sejumlah korban mengalami luka berat dan luka ringan. Namun seorang diantaranya tak tertolong, Danki Yonzipur 16/DA, Kapten Czi Muhammad Syaugi Ichwanto meninggal dunia, gugur dalam tugas kemanusiaan.
Menurutnya, musibah ini terjadi diduga akibat kendaraan rem blong sehingga kehilangan kendali dan truk masuk jurang sedalam 30 Meter.
Dikakannya, musibah yang menimpa rekan rekan prajurit TNI itu dalam tugas kemanusiaan pemulihan daerah terdampak bencana banjir dan longsor, pembangunan dan perbaikan infrastruktur.
Yonzipur 16/DA membangun sejumlah jembatan di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah yang putus akibat terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Bahkan, sambung Dansubsatgas, hingga sampai saat ini para prajurit TNI masih berjuang menuntaskan pembangunan jembatan putus agar segera rampung sehingga aktivitas dan perekonomian masyarakat kembali normal.
“Musibah tak bisa dielak. Saya sangat empati dan hormat terhadap perjuangan para prajurit. Mereka lelah namun tetap kuat,” kata Dansubsatgas. Aentenews by Ampelsa.




