Aceh Barat

12 Desa di Aceh Barat bakal miliki bank sampah, apa saja?

Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) selaku Satgas Adipura kembali menggelar pelatihan tahap II sistem pengelolaan sampah dan bank sampah, di Aula PUPR Aceh Barat di Meulaboh, Senin.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 12 desa se-Kabupaten Aceh Barat, dengan menghadirkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, yakni Safril Amin yang juga sebaai operator Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) milik KLH/BPLH.

Sekretaris Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menyampaikan pelatihan tahap kedua ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan tahap pertama yang telah digelar sebelumnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga diharapkan menghasilkan langkah nyata berupa terbentuknya kepengurusan bank sampah di setiap desa.

“Kami berharap dari hasil evaluasi pelatihan sebelumnya, sudah ada nama-nama pengurus bank sampah di desa masing-masing. Keberadaan bank sampah ini sangat penting untuk keberlanjutan program lingkungan hidup dan pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini akan menjadi modal penting bagi Aceh Barat dalam penilaian Adipura 2025. Menurutnya, pada bulan Oktober mendatang, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan penilaian awal, sementara tahap final direncanakan berlangsung pada Desember 2025.

“Ketika tim pusat datang, mereka tidak hanya melihat kebersihan kota, tetapi juga mengevaluasi sistem pengelolaan yang ada. Jika ada bank sampah, nilai kita akan meningkat. Bahkan, daerah-daerah di Jawa sudah membuktikan bahwa bank sampah bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.

Selain itu, Fadly menyebutkan bahwa Aceh Barat sudah berada di jalur yang tepat dengan kontribusi nyata masyarakat, mulai dari edukasi, pengumpulan, hingga pengolahan sampah.

“Target kita sederhana, kota bersih, ada pengelolaan sampah, ada edukasi, ada bank sampah, maka nilai Adipura bisa lebih baik,” tambahnya.

Dalam sesi pelatihan, peserta juga mendapat materi dari Bank Sampah Dolah Recycle yang memaparkan pentingnya pemilahan sampah dari sumber serta bagaimana mengelola sampah rumah tangga agar bernilai ekonomi.

Acara berlangsung interaktif dengan diskusi antara peserta dan narasumber. Para peserta dari 12 desa diharapkan menjadi pionir dalam menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan terselenggaranya pelatihan tahap II ini, Pemkab Aceh Barat optimis dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat langkah menuju predikat kota bersih dan berkelanjutan melalui penghargaan Adipura.

Pewarta Aceh Barat/Nagan Raya : RIO

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button