Pidie Jaya

215 unit Huntara siap ditempati pengungsi Pidie Jaya

Seorang warga membawa peralatan tempat tidur di komplek Rumah Hunian Danantara Indonesia untuk warga terdampak bencana di Posko Induk, Mereudeu, kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (16/1/2026). Foto Aentenews by Ampelsa

Banda Aceh (Aentenews) – Sebanyak 215 unit hunian sementara (Huntara) di kabupaten Pidie Jaya dilaporkan selesai dibangun dan siap untuk ditempati warga pengungsi korban bencana banjir dan longsor.

“Kita targetkan pengungsi korban bencana sudah keluar dari tenda darurat seebelum bulan Ramadhan, kata Bupati Sibral Malasyi di Pidie Jaya Selasa (20/1).

Bupati Sibral Malasyi mengatakan hingga saat ini sebanyak 215 unit huntara siap huni itu berada di delapan kecamatan dalam wilayah kabupaten Pidie Jaya lokasinya strategis dan mudah dijangkau.

Sementara, kata bupati, sejumlah huntara lainnya masih dalam proses dan ditargetkan rampung sebelum Ramadhan dan lebaran

Bupati saat mendapingi Kepala Badan Penaggulangan Bencana Nasional, Let Purn Suharyanto beserta rombongan meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Gampong Manyang Cut Kecamatan Meureudu, menyatakan percepatan pemulihan sejumlah titik terdampak bencana terus dipercapat melibat semua pihak.

Pemerintah terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana melalui percepatan pembangunan dan penyerahan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemulihan yang terencana, terukur, dan berkeadilan.

Bupati Pidie Jaya menegaskan penyediaan Huntara untuk memastikan masyarakat terdampak segera keluar dari kondisi pengungsian yang tidak layak, seperti tenda, aula pertemuan dan tempat ibadah, menuju hunian sementara yang lebih aman dan manusiawi sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

“Ini bukan sekadar membangun tempat tinggal sementara, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali hidup layak, sehat, dan bermartabat setelah bencana,” tegas Bupati.

Selain Huntara, Bupati juga mengatakan terkait persiapan berbagai skema lanjutan lainnya termasuk relokasi mandiri bagi warga yang memiliki lahan sendiri, warga yang kehilangan rumah akibat bencana, akan dibantu pemerintah pusat hunian tetap.

Keberadaan Huntara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, di antaranya meningkatkan keamanan dan kesehatan dibandingkan tinggal di tenda, sehingga hidup lebih layak, masyarakat kembali beraktivitas dan menata kehidupan sosial-ekonomi.

Seluruh proses pemulihan pascabencana akan terus dikawal secara transparan dan sesuai aturan, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. “Bersama kita bangkit, bersama kita pulih, kata Bupati Sibral Malasyi. Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button