Neraca perdagangan Aceh Mei 2026 defisit 51,92 juta USD
Banda Aceh (Aentenews) – Neraca perdagangan luar negeri provinsi Aceh dari ekspor komoditas bahan bakar dan komoditas non migas pada Mei 2026 tercatat mencapai 52,88 juta USD atau devisit senilai 51,92 juta USD dibanding dengan nilai impor pada periode yang sama lebih besar mencapai 104,80 juta USD.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Aceh, mencatat terjadinya defisit karena nilai ekspor pada Mei 2026 mengalami penurunan 7,21 persen dibanding April 2026 dan selain mata dagang komoditas barang yang diekspor jumlahnya juga berkurang.
Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada bulan Mei 2026 sebesar 52,88 juta USD, turun sekitar 7,21 persen dibandingkan April 2026.
Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Mei 2026, kelompok komoditas Bahan Bakar Mineral yaitu sebesar 36,68 juta USD yang didominasi oleh komoditas Batubara.
Ekspor komoditas terbesar asal Provinsi Aceh selama bulan Mei 2026 ditujukan ke negara India sebesar 22,35 juta USD dengan komoditas utama berupa Batubara, dan berbagai Produk Kimia.
Sementara, nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Mei 2026 sebesar 104,80 juta USD, naik hingga 112,78 persen dibandingkan impor April 2026.
Selama bulan Mei 2026 nilai impor senilai 104,80 juta USD didominasi komoditas Bahan Bakar Mineral/Gas, yaitu senilai 87,34 juta USD, Bahan Kimia Anorganik senilai 14,06 juta USD dan Pupuk senilai 3,41 juta USD.
Ekspor beberapa mata dagangan komoditas Aceh itu dilakukan melalui pelabuhan di provinsi Aceh dan selain melalui provinsi Sumatera Utara
Nilai ekspor barang asal Aceh pada bulan Mei 2026 senilai 52,88 juta USD, turun sekitar 7,21 persen dibandingkan April 2026. Sementara, nilai impor yang masuk ke Aceh mencapai 104,80 juta USD, naik hingga 112,78 persen dibandingkan April 2026. Dengan demikian, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada bulan Mei 2026 mengalami Defisit hingga 51,92 juta USD.
Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Mei 2026 tersebut berasal dari kelompok komoditas Batubara senilai 36,68 juta USD dan diikuti kelompok Kopi dan Rempah-rempah senilai 13,65 juta USD, Bahan Anyaman nabati, Produk Nabati Lainnya senilai 1,06 juta USD, Daging dan Ikan Olahan senilai 1,00 juta USD.
Komoditas ekspor barang asal Provinsi Aceh didominasi oleh hasil usaha pertambangan senilai 36,77 juta USD atau menyumbang sekitar 69,54 persen terhadap total nilai ekspor, diikuti hasil pertanian senilai 14,82 juta USD kemudian dari hasil industri pengolahan senilai 1,29 juta USD.
Selama bulan Mei 2026 komoditas utama impor yang masuk ke Aceh berupa Gas Propana & Butana senilai 87,34 juta USD, Bahan Kimia Anorganik senilai 14,06 juta USD, dan Pupuk senilai 3,41 juta USD.
Impor selama bulan Mei 2026 dominan berasal dari Amerika Serikat, Tiongkok, India dan Singapura. Masing-masing senilai 84,30 juta USD, 14,43 juta USD, 3,04 jut USD dan 3,03 juta USD dengan komoditas utama berupa Gas Butana/Propana, Bahan Kimia Anorganik, dan Pupuk.
Aentenews by Ampelsa.




