AcehFotoHumaniora

Merawat tradisi Kenduri Laot di Aceh

Panglima Laot bersama nelayan dan warga pesisir menaiki perahu hias saat menuju lokasi ritual pemberian makanan pada ikan pada perayaan Tradisi Kenduri Laot di perairan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Rabu (22/7/2026). Khanduri Laout yang digelar para nelayan pada momen tertentu itu merupakan tradisi turun temurun untuk dilestarikan sebagai wujud rasa syukur, doa bersama dan menyantuni anak yatim juga bermakna menjaga laut untuk keberlangsungan ekosistem dan sumberdaya ikan sebagai mata pencaharian para nelayan. Aentenews Foto/Ampelsa.

Panglima Laot bersama nelayan dan warga pesisir menaiki perahu hias saat menuju lokasi ritual pemberian makanan pada ikan pada perayaan Tradisi Kenduri Laot di perairan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Rabu (22/7/2026). Khanduri Laout yang digelar para nelayan pada momen tertentu itu merupakan tradisi turun temurun untuk dilestarikan sebagai wujud rasa syukur, doa bersama dan menyantuni anak yatim juga bermakna menjaga laut untuk keberlangsungan ekosistem dan sumberdaya ikan sebagai mata pencaharian para nelayan. Aentenews Foto/Ampelsa.
Panglima Laot bersama nelayan dan warga pesisir menaiki perahu hias bersiap menuju lokasi ritual pemberian makanan pada ikan pada perayaan Tradisi Kenduri Laot di perairan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Rabu (22/7/2026). Khanduri Laout yang digelar para nelayan pada momen tertentu itu merupakan tradisi turun temurun untuk dilestarikan sebagai wujud rasa syukur, doa bersama dan menyantuni anak yatim juga bermakna menjaga laut untuk keberlangsungan ekosistem dan sumberdaya ikan sebagai mata pencaharian para nelayan. Aentenews Foto/Ampelsa
Panglima Laot bersama nelayan dan warga pesisir menaiki perahu hias bersiap menuju lokasi ritual pemberian makanan pada ikan pada perayaan Tradisi Kenduri Laot di perairan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Rabu (22/7/2026). Khanduri Laout yang digelar para nelayan pada momen tertentu itu merupakan tradisi turun temurun untuk dilestarikan sebagai wujud rasa syukur, doa bersama dan menyantuni anak yatim juga bermakna menjaga laut untuk keberlangsungan ekosistem dan sumberdaya ikan sebagai mata pencaharian para nelayan. Aentenews Foto/Ampelsa.
Nelayan memasak Kuah Beulangong (gulai kari ) saat perayaan Tradisi Kenduri Laot di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Rabu (22/7/2026). Khanduri Laout yang digelar para nelayan pada momen tertentu itu merupakan tradisi turun temurun untuk dilestarikan sebagai wujud rasa syukur, doa bersama dan menyantuni anak yatim juga bermakna menjaga laut untuk keberlangsungan ekosistem dan sumberdaya ikan sebagai mata pencaharian para nelayan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button